Kamis, 18 Jun 2026 04:53 WIB

Ojo Lali Rek! Gajah Mada Street Night Tempo Doeloe Sidoarjo Dimulai 9 April

Flyer Gajah Mada Street Night Tempoe Doeloe (Foto: Instagram Pemkab Sidoarjo)
Flyer Gajah Mada Street Night Tempoe Doeloe (Foto: Instagram Pemkab Sidoarjo)

Sidoarjo - Sejumlah ruas jalan yang mengarah ke Jalan Raya Gajah Mada Sidoarjo akan ditutup menyusul digelarnya Gajah Mada Street Night Ramadan Tempo Doeloe, mulai 9 April 2022.

Rencananya, penutupan jalan itu dilakukan mulai pukul 15.00 WIB sampai dengan acara selesai. Festival ini digadang-gadang bakal mendongkrak ekonomi kerakyatan dan jadi berkah bagi warga Sidoarjo.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Perhelatan yang baru pertama kali diadakan Pemkab Sidoarjo itu diprediksi bakal ramai pengunjung, dari muda-mudi hingga yang tua. Semua bakal tumplek blek memadati jalanan di pusat Kota Delta yang dulu pernah menjadi pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

Festival ini bakal diikuti ratusan pedagang kecil dan UMKM, sehingga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian warga Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) mengatakan, kegiatan yang ia gagas tersebut diharapkan bisa membantu perekonomian warga Sidoarjo, khususnya pada momen ramadan ini.

"Semoga dengan digelarnya Gajah Mada Street Night Tempo Doeloe ini akan membantu para pedagang kecil dan UMKM untuk menambah pendapatannya, khususnya selama bulan ramadan," ujar Gus Muhdlor, Rabu (6/4/2022).

Bagi para pengendara diminta kesadarannya karena, akan ada kemacetan imbas ditutupnya sejumlah jalan menuju festival itu. Namun rekayasa lalu lintas akan dilakukan petugas kepolisian, dinas perhubungan dan Satpol PP.

"Mohon maaf bagi para pengendara nantinya akan ada kemacetan, karena jalan yang mengarah ke Gajah Mada ditutup. Semoga kegiatan nanti berjalan lancar," ungkap Gus Muhdlor.

Gajah Mada Street Night dibuka sejak sore. Di sini ada Pasar Rakyat yang bisa jadi tempat ngabuburit dengan suasana tempo doeloe dan dijamin berbeda dengan tempat lainnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Para pengunjung bisa menikmati kue khas tempo doeloe di Kampung Kauman, seperti es kolak srikaya yang rasanya manis dan hanya ada saat ramadan saja. Lokasinya dekat Masjid Jami' Al Abror Kauman.

Bermacam-macam jajanan pasar juga bisa dipilih pengunjung. Jajanan tempo doeloe seperti kelanting, putu mayang, telur gulung dan bermacam jenis jajanan lainnya bakal dijumpai sepanjang Jalan Gajah Mada.

Ada pula Festival Seni dan Pertunjukan Dolanan Tradisional. Suasana khas Sidoarjo Tempo Doeloe bakal terasa saat memasuki area Jalan Gajah Mada, mulai Jembatan Buk Legi hingga perempatan Jalan Jasem-Jalan KH. Mukmin.

Bagi para seniman ataupun pemuda pegiat fotografi yang ingin memerkan karyanya, di sana telah disiapkan space untuk ruang publik. Bahkan bagi pegiat sejarah akan ada tempat khusus untuk diskusi tentang sejarah, terutama sejarah Sidoarjo.

Pegiat media sosial seperti Instagram, Twitter maupun Youtuber dijamin bakal menanfaatkan spot-spot menarik untuk konten mereka. Seperti spot kuliner, seni, budaya dan kawasan kota tua di Kampung Jetis Kauman.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Panitia Gajah Mada Street Night Tempo Doeloe yang digawangi kawula muda, arek-arek Sidoarjo memang sejak awal sudah mendesain festival ini ramah bagi pegiat medsos.

Dalam kegiatan ini, Pemkab Sidoarjo melibatkan para pemuda kreatif, seperti Lintang Songo Fondation, Dewan Pemuda Sidoarjo serta Guk dan Yuk.

Festival ini akan diramaikan para pegiat seni dan budaya, di antaranya Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Kabupaten Sidoarjo serta para seniman jalanan.

Bagi pengunjung yang suka nongkrong dan ngopi rame-rame tidak perlu khawatir. Karena di sepanjang Jalan Gajah Mada akan ada angkringan yang siap menemani pengunjung menghabiskan malam minggu di Jalan Gajah Mada.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.