Jumat, 19 Jun 2026 18:07 WIB

Sering Dilalui Kendaraan Besar, Jalan Alternatif di Lamongan Rusak Parah

Ruas Jalan Plembon-Sukodadi yang rusak akibat dilalui kendaraan besar. (Foto: Adyad Ammy/jatimnow.com)
Ruas Jalan Plembon-Sukodadi yang rusak akibat dilalui kendaraan besar. (Foto: Adyad Ammy/jatimnow.com)

Lamongan - Jembatan Ngaglik Lamongan ambles beberapa waktu lalu. Arus lalu lintas pun harus dialihkan ke jalur alternatif. Tapi kini, jalur alternatif yang notabene berstatus kelas 3 atau jalan kabupaten juga mengalami kerusakan. Intensitas kendaraan yang melintas dan beban muatan menambah kerusakan yang ada sebelumnya menjadi makin parah.

Jalan Plembon-Sukodadi paling manjadi sorotan. Di sana, tidak sedikit kendaraan yang mengalami kecelakaan dan terguling akibat gagal lalui jalan rusak atau jalan berlubang.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Sujarwo mengaku dilematis terkait fenomena tersebut. Jalan yang dulunya tergolong rusak, kini malah makin rusak.

"Itu hanya kelas 3, yang berhak mengalikan arus itukan polantas dan Dishub. Namun ulah pengemudi truk yang ngeyel karena menerobos berkeinginan memangkas jarak agar lebih dekat itu yang mengakibatkan jalan tambah rusak," papar Jarwo, Rabu (6/7/2022).

Seharusnya, truk sedang dan berat menggunakan jalur alternatif Lamongan Utara. Yakni, Paciran dan Brondong di Jalan Deandles.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Ya mau bagaimana lagi. Nanti di perbaiki, kebetulan jalan itu juga masuk program Jamula (Jalan Mulus dan Lancar) Lamongan 2022," tandasnya.

Sementara untuk jangka pendek, pihak DPU Bina Marga Lamongan telah menyarankan kepada pemilik kewenangan agar mengawasi betul jalur Lamongan dari Sugio, apalagi Plembon.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Saya sarankan jangan di lewatkan Sugio apalagi Plembon. Bukan kerusaknnya, tapi juga macetnya ditambah banyak kendaraan kecelakaan akibat tak sesuai kelas jalannya," urainya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.