Rabu, 17 Jun 2026 01:55 WIB

Banjir di Lamongan Berangsur Surut Sejak Masuk Bulan Ramadan

Genangan air di Desa Tiwet, Kecamatan Kalitengah, Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Genangan air di Desa Tiwet, Kecamatan Kalitengah, Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Banjir di Kabupaten Lamongan perlahan berangsur surut sejak masuk bulan Ramadan. Terhitung, kini dampak banjir luapan anak Sungai Bengawan Solo masih menyisakan 7 desa terendam. Jumlah tersebut tergolong minim dibandingkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan. Sebelumnya pada pertengahan Maret, setidaknya ada 29 desa yang terendam.

"Dari 29 desa, kini tinggal 7 desa. Sejak masuk Ramadan, curah hujan sedikit menurun," ungkap Kepala BPBD Lamongan Gunadi kepada jatimnow.com, Selasa (5/4/2022).

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

7 Dari 29 desa yang masih tergenang antara lain Desa Jalakcatur, Tiwet, dan Bojoasri di Kecamatan Kalitengah. Desa Putat Kumpul dan Kemlagi Lor di Kecamatan Turi. Ditambah Desa Somowinangun dan Karanganom di Kecamatan Karangbinangun

"Untuk Kecamatan Glagah dan Deket sekitar 8 desa telah surut. Namun sejumlah jalan poros dilaporkan sedikit tergenang," terang Gunadi.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Ketinggian air di lokasi banjir juga terlihat menurun, dari 50 sentimeter kini terpantau hanya 10-30 sentimeter. Meski begitu, pihak BPBD tetap mewaspadai adanya curah hujan tinggi setidaknya sampai Mei mendatang.

"Cuaca tetap waspada hujan sampai akhir Mei 2022. Semoga hujannya bersahabat untuk masyarakat Lamongan, utamanya di Bangunan Jero (Sungai Anak Bengawan Solo)," ujarnya.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Hingga saat ini, BPBD Lamongan tetap menyiagakan mobil darurat pengangkut warga terdampak banjir dan memantau proses pembuangan air di Rolak Kuro.

"Semoga Lebaran nanti air bisa seluruhnya surut," harap Gunadi.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.