Minggu, 14 Jun 2026 10:09 WIB

Beda Level Tinggi, Ditjen Hubdat Berencana Bongkar Jembatan Ngaglik Usai Lebaran

Dirjen Hubdat, Budi Setiadi saat meninjau Jembatan Ngaglik Lamongan. (Foto: Adyad Ammy/jatimnow.com)
Dirjen Hubdat, Budi Setiadi saat meninjau Jembatan Ngaglik Lamongan. (Foto: Adyad Ammy/jatimnow.com)

Lamongan - Menyusul perbedaan level tinggi konstruksi sebanyak 30 sentimeter di Jembatan Ngaglik Lamongan yang baru dan lama, Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub, berencana menyetarakan seluruh ukuran jembatan.

Pembongkaran Jembatan Ngaglik di sisi samping kanan dan kiri direncakan dilakukan setelah Idul Fitri 2022.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

"Perbedaan level ini cukup lumayan sekitar 30 cm, tentu langkah dari PUPR selanjutnya akan mengganti sekalian (konstruksi jembatan lama) dengan yang sama dengan girder yang baru ini, dan nanti akan dikerjakan setelah lebaran," ungkap Dirjen Hubdat, Budi Setiadi saat peninjauan Jembatan Ngaglik Lamongan, Sabtu (2/4/2022).

Baca juga:

Baca Juga: 12 Nama Diperiksa KPK Terkait Proyek Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Meski begitu, saat ini masih fokus pada penyelesaian revitalisasi jembatan yang dijadwalkan rampung H-10 lebaran.

"Orientasinya saya yakin ini bisa dipergunakan sebelum lebaran, karena memang ruas jalan ini sangat vital untuk mobilisasi pemudik dari arah Tuban-Gresik," paparnya.

Baca Juga: Jembatan Penghubung Desa di Tulungagung Patah, Jalan Alternatif 4 Km

Sementara untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat perbedaan level ukuran jembatan, Budi telah menyampaikan kepada pihak kepolisian agar mencari solusi dalam mengatur lalu lintas di Jembatan Ngaglik saat arus mudik.

"Setelah semua pengerjaan selesai, sama minta untuk dirapatkan bagian mana mengatur lalin agar tidak terjadi kecelakaan, tentu harus ada perubahan perilaku pengendara di sini (Jembatan Ngaglik)," tutupnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.