Selasa, 16 Jun 2026 16:09 WIB

Ditjen Hubdat Singgung Kendaraan ODOL sebagai Dalang Jembatan Lamongan Ambrol

Dirjen Hubdat, Budi Setiadi saat meninjau Jembatan Ngaglik Lamongan. (Foto: Adyad Ammy/jatimnow.com)
Dirjen Hubdat, Budi Setiadi saat meninjau Jembatan Ngaglik Lamongan. (Foto: Adyad Ammy/jatimnow.com)

Lamongan - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi mengatakan, selain umur, penyebab Jembatan Ngaglik Lamongan ambrol adalah faktor kendaraan over dimensi over loading (ODOL).

"Jembatan ini kan konstruksinya beda-beda, yang tengah (yang ambles) itu dibangun tahun 1979, yang samping 1993. Mungkin kalau melihat kemampuan dengan kontruksi itu udah tua dan ditambah lagi beban kendaraan," kata Budi Setiadi, Sabtu (2/4/2022).

Baca Juga: Pemkab Jember Mulai Petakan Kerusakan Infrastruktur Karena Banjir Bandang

Kendaraan ODOL ini sangat gamblang ditemui dampaknya bagi kerusakan jalan dan jembatan. Berat muatan berlebih, tutur Budi, dapat mempersingkat umur kontruksi.

Baca Juga: Satlantas Polres Gresik Deklarasi Zero ODOL, Ingatkan Sanksi Berat

"Ini (jembatan Ngaglik 1) kasus yang kedua di jalan pantura Lamongan-Tuban. Pertama dulu jembatan Widang juga rusak (April 2018). Saya melihat bahwa di sini over loading kendaraan itu memang cukup parah menurut saya," tuturnya.

Selain mengoptimalkan fungsi jembatan timbang, Budi mengungkapkan, upaya untuk mengontrol beban muatan kendaraan juga dilakukan dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk menindak kendaraan ODOL.

Baca Juga: Dikhawatirkan Ambruk, Besi Penyangga Jembatan Gladak Lanjeng Bangkalan Terkikis

"Kami harapkan para pelaku industri kendaraan mobil barang, logistik, dan juga pemilik logistik, dengan kasus seperti ini, kita harapkan semakin paham dan semakin tahu bahwa mobil truk yang over dimensi dan potensi mengangkut barang yang berlebihan, itu merusak jalan dan merusak jembatan. Selain itu membahayakan pengemudi maupun mengguna jalan yang lain," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.