Selasa, 16 Jun 2026 04:10 WIB

Wakil Menteri Desa PDTT Apresiasi Desa Wisata di Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Sabtu, 02 Apr 2022 11:47 WIB
Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi saat mengunjungi pemandian alam Sendang Seruni di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.(Foto: Pemkab Banyuwangi)
Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi saat mengunjungi pemandian alam Sendang Seruni di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.(Foto: Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi mengunjungi sejumlah desa wisata di Kabupaten Banyuwangi. Menurutnya, pengelolaan dan pengembangan wisata berbasis desa di daerah ujung Timur Pulau Jawa ini patut dijadikan dicontoh daerah lainnya di Indonesia.

“Banyuwangi berhasil mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Geliat desa wisata begitu nyata dengan tetap menjaga lingkungannya. Pariwisata yang berbasis kelestarian alam seperti inilah yang memiliki daya tahan dan lebih terjaga keberlanjutannya,” kata Budi saat mengunjungi pemandian alam Sendang Seruni di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Baca Juga: Astra Dukung Warisan Karst Rammang-Rammang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

Budi melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi selama tiga hari, 31 Maret – 2 April. Selama di Banyuwangi, ia bertemu dengan kepala desa dan BPD se-Banyuwangi. Sekaligus mengikuti program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang dilakukan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.

Menurut Budi, Tamansari merupakan salah satu desa wisata yang cukup sukses mengelola keindahan alamnya sebagai destinasi wisata. Atas upayanya tersebut, Desa Tamansari meraih juara 1 Kategori Desa Digital dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun lalu.

"Alami. Airnya segar karena langsung dari sumber. Sangat enak untuk healing. Menenangkan diri,” ungkap Budi sembari menikmati segarnya air dan sejuknya udara di kaki Gunung Ijen tersebut.

Tak hanya ke Sendang Seruni, Budi juga meninjau destinasi wisata berbasis desa lainnya di Kecamatan Wongsorejo. Didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, ia bertandang ke Bangsring Underwater. Ini adalah salah satu obyek wisata maritim yang memadukan antara konservasi terumbu karang dan aktivitas ekonomi.

Bangsring dulu merupakan perkampungan nelayan yang berburu ikan dengan cara mengebom. Hal itu merusak ekosistem laut, tak terkecuali terumbu karangnya. Lambat laun populasi ikan menurun seiring rusaknya terumbu karang yang menjadi rumah ikan-ikan tersebut. Fenomena ini lantas menggerakkan anak muda di desa itu untuk melakukan perubahan.

Baca Juga: Unggulkan Wisata Edukasi dan Konservasi, Desa di Trenggalek Ini Raih Penghargaan

Mereka bersama-sama menghalau nelayan yang menggunakan bom ikan. Mereka juga mulai mengkonservasi kembali terumbu karang yang hancur. Aktivitas tersebut kemudian menarik minat pengunjung. Dari aktivitas ini kemudian wisata tumbuh dan perekonomian warga setempat juga ikut terkerek.

"Jika potensi desa dikelola dengan baik, tentu akan menggerakkan perekonomian setempat. Sehingga kesejahteraan masyarakat akan terbentuk dengan sendirinya," terangnya.

Sementara itu, Sugirah menyebut Banyuwangi memang menjadikan desa sebagai garda depan pembangunan. Termasuk pengembangan desa wisata. Hal ini sebagai bagian dari upaya mensejahterakan rakyat, khususnya kelompok ekonomi arus bawah.

Baca Juga: Unitomo Dorong Desa Wisata Aman Bencana di Probolinggo Lewat Expo KKN

“Pariwisata membuka lapangan kerja sangat cepat. Selain itu, multiplier effect-nya juga sangat terasa. UMKM, warung rakyat, hingga homestay kami tumbuh,” kata Sugirah.

Sugirah menegaskan, pemkab terus mendorong agar desa-desa di Banyuwangi terus mengembangkan potensi-potensi wisata di daerah masing-masing. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warganya.

“Inilah kekuatan Banyuwangi. Dengan mengusung konsep pariwisata yang berbasis alam, kearifan lokal dan seni budaya akan semakin menambah daya tarik bagi wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Banyuwangi,” pungkas Sugirah.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.