Penetapan Awal Ramadan, Hilal Tak Terlihat di Sejumlah Wilayah Indonesia
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Jumat, 01 Apr 2022 19:55 WIB
Surabaya - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan awal Ramadan 1443 Hijriyah jatuh pada Minggu 3 April 2022. Penetapan keputusan itu dilakukan setelah PBNU menerima sederet laporan dari tim rukyatul hilal di sejumlah wilayah.
Seperti Rukyatul Hilal Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik yang dilakukan di Bukit Condrodipo Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas.
Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli
Ketua LF PCNU Gresik KH Muhyiddin Hasan menyebut jika langit dalam kondisi berawan, sehingga tim rukyat tidak dapat melihat hilal.
"Mulai jam 17.35 WIB sampai Magrib tidak terlihat hilal," ujar KH Muhyiddin.
Terpisah, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, penetapan awal Ramadan telah disampaikan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf.
Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU
"Puasa mulai Ahad lusa," ujar Gus Fahrur sapaan akrabnya kepada jatimnow.com.
Pengasuh PP An-Nur 1 Bululawang, Malang itu mengatakan, pihaknya telah memastikan jika ketinggian hilal masih belum terlihat di sejumlah wilayah di Indonesia. Menurutnya, ketinggian hilal minimal ada 3 derajat menurut imkan rukyah NU.
Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35
Sehingga, pihaknya memutuskan untuk menyempurnakan bulan Sya'ban 1443 Hijriyah menjadi 30 hari atau istikmal.
"Kita ikut bersama pemerintah, berpuasa atas dasar melihat hilal atau menyempurnakan bulan sya’ban. Karena gagal melihat hilal malam ini," ucapnya.
Editor : Arina Pramudita