Jumat, 19 Jun 2026 01:13 WIB

Ditanya Soal Peluang Maju di Pilpres 2024, Begini Jawaban Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat di Madura.(Foto: Yuli Astuti)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat di Madura.(Foto: Yuli Astuti)

Bangkalan - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja ke Pulau Madura. Pada kesempatan ini, Sandiaga sempat ditanya soal peluangnya tampil di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ia pun secara tegas menyatakan belum masuk bursa. Baik sebagai bakal calon presiden maupun bakal calon wakil presiden.

"Memang banyak pertanyaan seperti itu. Saya yakin para pengambil keputusan sudah memikirkannya," ucap Sandiaga Uno saat di Kabupaten Bangkalan, Kamis (31/3/2022) malam.

Baca Juga: Aniwayang Tembus Panggung Dunia, Sulap Wayang Jadi Hiburan Modern di Museum Nasional

Sandiaga memasrahkan urusan politik kepada pemangku kebijakan. Ia lebih memilih fokus pada tugas yang diamanahkan sebagai Menparekraf. Kunjungannya kali ini dalam rangka melihat langsung potensi kuliner di Madura. Termasuk peluang usaha pariwisata dan menambah lapangan kerja.

"Kami sekarang fokus pada pencapaian tujuan dan tugas pembangunan. Yakni, 700 ribu lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif dan 400 lapangan kerja baru di sektor pariwisata, dan 30 juta pengembangan UMKM," ucapnya.

Baca Juga: DP3APPKB Surabaya Perkuat Kepemimpinan Perempuan lewat Literasi Politik

Sementara itu, kunjungan Sandiaga Uno dimulai dari wilayah barat Pulau Madura. Yakni menyaksikan Festival 1001 Macam Olahan Bebek di Bangkalan. Lalu secara estafet, Sandiaga mengunjungi Kabupaten Sampang, Pamekasan hingga ujung Timur Madura, yakni Kabupaten Sumenep.

"Banyak sekali potensi di Madura yang perlu dikembangkan. Baik dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," imbuhnya.

Baca Juga: Kemenparekraf RI Ajak Konten Kreator Surabaya Melek Hak Cipta

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.