Sabtu, 20 Jun 2026 12:11 WIB

Sekolah Tergenang Banjir, Siswa SMPN 3 Tulungagung Belajar Secara Online

Kondisi SMPN 3 Tulungagung yang tergenang banjir.(Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kondisi SMPN 3 Tulungagung yang tergenang banjir.(Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Tulungagung, Selasa (29/3/2022) siang. Akibatnya, SMPN 3 Tulungagung tergenang banjir. Aktitas belajar mengajar di sekolah pun dihentikan sementara waktu. Mereka menggelar pembelajaran secara online hingga banjir yang menggenangi sekolah surut. Sejumlah siswa yang telah datang ke sekolah dijemput kembali orang tuanya. Banjir menggenangi sekolah tersebut setiap tahun saat musim hujan tiba.

Kepala SMPN 3 Tulungagung Heni Hendarto menerangkan, sekolahnya terletak di posisi terendah wilayah tersebut. Sehingga saat hujan turun, air dari sekitar masuk ke dalam lingkungan sekolah. Banjir selalu terjadi saat hujan deras turun lebih dari satu jam. Pihak sekolah sebenarnya telah membuat beberapa sumur resapan. Namun hal tersebut tidak maksimal.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Kami juga sudah mencoba menyedot genangan air dan mengalirkan lewat selokan di luar sekolah. Namun karena posisi sekolah rendah air kembali lagi," ujarnya, Rabu (30/03/2022).

Pihak sekolah kemudian memutuskan mengalihkan proses pembelajaran ke sistem online atau daring. Mereka khawatir siswa tidak fokus belajar di sekolah karena kondisinya tidak memungkinkan. Belum diketahui sampai kapan proses pembelajaran daring akan dilakukan. Pihak sekolah masih akan melihat perkembangan kondisi banjir. Jika genangan air bisa segera surut, maka siswa bisa kembali masuk sekolah.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kalau tidak ada hujan deras lagi, mungkin sore sudah surut. Tapi kalau ada hujan deras dan air masih menggenang, untuk sementara kami alihkan belajar secara online," tuturnya.

Pihak sekolah berharap pemerintah bisa memberikan solusi terkait kondisi banjir ini. Beberapa opsi telah dilakukan untuk menangani banjir tahunan. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama dan sekolah kembali tergenang banjir setiap tahun.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Mulai dari pembuatan sumur resapan, menyedot air dengan genset hingga menambah ketinggian di pintu masuk sudah pernah kami lakukan. Tapi masih terjadi banjir setiap tahun," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.