Kamis, 18 Jun 2026 03:22 WIB

Di Hadapan Wapres, Bupati Ipuk Paparkan Strategi Pariwisata Sehat Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Selasa, 29 Mar 2022 15:57 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam seminar di forum Kabupaten/Kota Sehat Indonesia 2022 di Semarang, Senin (28/3/2022).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam seminar di forum Kabupaten/Kota Sehat Indonesia 2022 di Semarang, Senin (28/3/2022).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan strategi dan konsep pariwisata sehat di Banyuwangi. Hal itu dilakukan dalam seminar di forum Kabupaten/Kota Sehat Indonesia 2022 di Semarang, Senin (28/3/2022). Acara dibuka Wakil Presiden M. Ma'ruf Amin secara virtual. Turut hadir pula kepala kepala daerah dan perwakilan forum kabupaten/kota se-Indonesia.

Ipuk mengatakan, pandemi Covid-19 telah mendorong Banyuwangi untuk mengembangkan konsep pariwisata sehat.

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

“Survei UNWTO (Badan Pariwisata PBB) menyebutkan tahun 2022-2023 akan menjadi fase pemulihan. Daerah harus menyiapkan diri, termasuk kami di Banyuwangi. Ini akan menjadi momen bagi pariwisata daerah untuk bangkit,” beber Ipuk dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (29/3/2022).

Pandemi membuat semua daerah terdampak. Termasuk bagi daerah yang pariwisatanya sedang berkembang seperti Banyuwangi. Hal itu berpotensi mengerek laju kemiskinan secara drastis. Namun, Banyuwangi melakukan berbagai inovasi termasuk di sektor wisata. Hasilnya, laju kenaikan kemiskinan Banyuwangi tercatat yang terendah di Jatim, yaitu hanya 0,01 persen. Pertumbuhan ekonomi juga rebound dari minus 3,58 persen pada 2020 menjadi 4,08 persen pada 2021.

Ipuk menegaskan, pandemi membuat semua orang kembali ke kebutuhan dasar (basic needs). Yakni makan, minum, dan kesehatan. Namun saat pandemi mulai terkendali, orang akan kembali berburu aktivitas hiburan (leisure). Seperti berwisata dan kuliner.

“Pandemi ini telah memaksa kita untuk melakukan berbagai adaptasi, termasuk di sektor pariwisata. Maka, kami siapkan tiga strategi pariwisata, Triple Track Stategy. Yakni, pariwisata yang makin digital, makin kreatif, dan makin sehat. Ini kita sebut ‘tiga makin’,” imbuhnya.

Baca Juga: Bising Kota Malang Tiba-tiba Hilang di Tempat Ini

Makin digital, lanjut Ipuk, membuat pariwisata semakin mudah diakses.

“Sisi atraksi dengan sentuhan digital kami lakukan, seperti tahun lalu dengan Festival Gandrung Nusantara yang melibatkan berbagai daerah di Tanah Air yang berpadu dengan perhelatan di Banyuwangi,” jelas Ipuk.

Makin kreatif, papar Ipuk, dilakukan Banyuwangi dengan terus berinovasi meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan. Tidak hanya destinasi yang terus direvitalisasi, namun atraksi wisata juga dikembangkan.

Baca Juga: Foto: Menjelajah Penglipuran, Simbol Keteguhan Bali Menjaga Warisan Leluhur

"Even-even baru terus kami kembangkan. Bahkan akhir Mei ini Pantai G-Land Banyuwangi menjadi tuan rumah WSL, kejuaraan surfing dunia yang paling bergengsi. Berbagai skema outdoor tourism yang kini diburu wisatawan karena dinilai lebih aman dan sehat,” imbuhnya.

Sejumlah event sport tourism juga terus digeber Banyuwangi sejak pertengahan tahun lalu. Menggabungkan atraksi wisata dan aktiviyas olahraga.

Adapun makin sehat, lanjut Ipuk, bukan sekadar disiplin protokol kesehatan. Tapi harus melengkapi diri dengan standar festival dan pengelolaan destinasi berorientasi kesehatan. Banyuwangi juga melakukan melakukan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 untuk destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat. Banyuwangi sebagai cagar biosfer dunia juga menjamin lingkungan sehat bagi wisatawan, pintu masuk memperkuat outdoor tourism, agro tourism, dan sejenisnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.