Jumat, 19 Jun 2026 02:52 WIB

Anjing yang Dievakuasi dari Rumah Jagal di Blitar Terpapar Virus Mematikan

Tim kesehatan memeriksa kondisi anjing. (Foto: Animal Hope Shelter for jatimnow.com)
Tim kesehatan memeriksa kondisi anjing. (Foto: Animal Hope Shelter for jatimnow.com)

Blitar - Anjing yang berhasil dievakuasi dari rumah jagal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, diketahui mengidap virus parvo. Virus yang mempunyai nama latin Canine Parvovirus (CPV) ini merupakan salah satu virus mematikan yang menyerang anjing.

Dari total 34 ekor Anjing yang diselamatkan, terdapat 3 ekor yang mati karena virus tersebut. Saat ini sebanyak 6 ekor anjing mengalami kritis dan sisanya telah tepapar virus Parvo ini.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Founder Animals Hope Shelter, Christian Joshua Pale menerangkan saat dievakuasi seluruh Anjing mengalami mal nutrisi. Selama disekap oleh pemilik jagal, hewan tersebut tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup. Selain itu kondisi ruang penyekapan juga sangat buruk sehingga membuat sistem umun di dalam tubuh anjing menurun dan terkena serangan virus Parvo.

"Semua Anjing yang kami selamatkan telah terpapar virus Parvo karena kondisi saat disekap sangat memprihatinkan," ujarnya, Senin (28/3/2022).

Baca Juga:

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Sejak dievakuasi dari rumah jagal, Animals Hope Shelter mendapat bantuan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk merawat anjing tersebut.

Tim Animals Hope Shelter menyewa sebuah rumah untuk dijadikan ruang karantina bagi hewan ini. Mereka memeriksa kesehatan anjing tersebut serta memberi obat dan perawatan.

Pihak Animals Hope Shelter juga membuka donasi untuk merawat puluhan ekor anjing ini. Beragam kebutuhan mulai dari makanan hingga obat-obatan sangat dibutuhkan.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Tim Animal Shelter Hope sendiri akan berada di Blitar hingga kondisi anjing ini membaik. Minimal mereka akan menunggu sampai masa kritis anjing terlewati.

"Kira-kira masih sekitar dua hingga tiga minggu lagi, yang jelas kami masih di Blitar sampai masa kritis anjing yang terpapar virus Parvo terlewati," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.