Rabu, 17 Jun 2026 10:21 WIB

Akibat Ulah Provokator, 13 Pesilat di Tulungagung Terlibat Pengeroyokan

Polres Tulungagung ungkap kasus pengeroyokan libatkan para pesilat (Foto: Humas Polres Tulungagung)
Polres Tulungagung ungkap kasus pengeroyokan libatkan para pesilat (Foto: Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung - Satreskrim Polres Tulungagung mengamankan 9 dari 13 pesilat yang terlibat pengeroyokan. Kasus itu terjadi di dua lokasi berbeda.

Dari 13 tersangka, tiga di antaranya masih di bawah umur. Sementara empat lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kasus pengeroyokan yang melibatkan oknum anggota perguruan silat itu bukan kali pertama terjadi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto menerangkan, terdapat tiga laporan polisi di dua tempat kejadian yang menjerat para tersangka. Laporan 3 Maret 2022 terjadi di depan SMK 1 Tulungagung dan 18 Maret 2022 di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat.

Untuk tersangka dengan TKP di depan SMK 1 diketahui dalam kondisi terpengaruh minuman keras (miras). Sedangkan tersangka pengeroyokan di Desa Gamping dikarenakan korban mengenakan atribut sebuah perguruan silat.

"Jadi yang menjadi salah satu pemicu kasus ini adalah korban mengenakan atribut sebuah perguruan silat, tersangka melihat hal tersebut dan mengeroyok," ujar Handono, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Dari hasil pemeriksaan, selain karena faktor atribut perguruan silat aksi penganiayaan ini juga dipicu adanya aksi konvoi yang dilakukan korban. Pada kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Gamping, korban diketahui melakukan konvoi mengenakan atribut perguruan silat, sehingga memicu emosi tersangka. Terdapat pula oknum yang bertindak sebagai provokator.

"Ada juga yang tidak ikut mengeroyok tapi justru jadi provokator. Ini yang menjadu pemicu adanya kasus tersebut," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Untuk menghindari kejadian terulang, Polres Tulungagung telah berkomunikasi dengan semua pimpinan perguruan silat. Hasilnya, semua anggota perguruan silat diminta hanya mengenakan atribut saat latihan saja.

Selain itu mereka diharapkan dapat menahan diri serta tidak terprovokasi oleh ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.