Jumat, 12 Jun 2026 13:36 WIB

Keren! Umsida jadi Inisiator Pembuatan Popok Reusable di Sidoarjo

Pendampingan proses pembuatan popok reusable (Foto: Humas FBHIS for jatimnow.com)
Pendampingan proses pembuatan popok reusable (Foto: Humas FBHIS for jatimnow.com)

Sidoarjo - Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial (FBHIS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menginisiatori pembuatan popok reusable di Kabupaten Sidoarjo untuk mengurangi intensitas dampak buruk lingkungan.

Kegiatan yang digelar di Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan tersebut adalah bentuk riset keilmuan yang dihibahkan dari Dikti kepada Prodi Ilmu Komunikasi dan Manajemen Umsida.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Ketua Tim Riset Keilmuan Dr. Totok Wahyu Abadi memaparkan bahwa kegiatan tersebut merupakan workshop di masyarakat terkait pembuatan popok reusable atau popok yang bisa dicuci dan dipakai kembali.

"Tujuan kami melakukan riset ini adalah untuk mengurangi menumpuknya sampah popok yang selama ini masih belum ada solusinya. Masih banyak mitos terkait popok sekali pakai yang dibakar akan berefek buruk kepada pantat bayi. Sebenarnya yang terjadi karena bayi alergi dengan bahan popoknya atau popok tidak sering diganti," paparnya, Senin (21/3/2022).

Menurut Totok, berdasar dari beberapa riset yang telah dilakukan. Kebiasan popok sekali pakai tersebut dibuang ke sungai. Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus maka efeknya akan mempengaruhi ekosistem di sungai.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

"Waktu kita coba pra-riset di Tlasih, memang mereka memilih popok sekali pakai karena praktis. Tapi di balik itu mereka masih belum sadar akan pengaruhnya di lingkungan. Jadi yang kita bisa lakukan saat ini adalah tindakan mengurangi. Dari semula sehari 6-7 popok, nah diharapkan dengan adanya popok reusable maka akan berkurang pemakaian popok sekali pakai tersebut," imbuhnya.

Dosen Umsida tersebut juga menjelaskan, saat ini, pihaknya telah mendampingi ibu-ibu kader Posyandu untuk melakukan pembuatan popok reusable ini. Popok reusable yang kedepan akan digunakan dan diberdayakan di masyarakat tersebut dibuat dari perpaduan kain katun, handuk, dan kain taslan.

"Harapannya kedepan, ketika warga Tlasih ini sudah bisa membuat popok reusable sendiri dengan jumlah banyak, kita juga akan memandu produk ini bisa masuk dalam Posyandu desa karena sesuai data, di sana ada sekitar 600 bayi," ujarnya.

Baca Juga: Kampus Turun Gunung atau Sekadar Dipanggil Saat Perlu?

Tidak hanya itu, acara workshop yang digelar selama tiga hari ini menjadi inisiasi untuk memberdayakan masyarakat terutama ibu-ibu kader Posyandu untuk berpartisipasi dalam penanganan masalah lingkungan di Sidoarjo.

"Ini masih tahap awal. Intinya akan ada tahap produksi, trial ke bayi, riset tingkah perkembangan bayi dan kita juga akan membantu pemasaran produk ini ke masyarakat luas," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.