Selasa, 16 Jun 2026 14:29 WIB

Kunjungi TPS3R Banyuwangi, Luhut Dorong Penanganan Sampah Berbasis Sirkular

  • Penulis :
  • | Minggu, 20 Mar 2022 08:50 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat kunjungi TPS3R di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. (Foto: Pemkab Banyuwangi/jatimnow.com)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat kunjungi TPS3R di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. (Foto: Pemkab Banyuwangi/jatimnow.com)

Banyuwangi - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Luhut menilai penanganan sampah berbasis sirkular patut dikembangkan lebih luas lagi.

"Program ini patut dikembangkan di berbagai daerah. Dengan modal yang tidak terlalu mahal, fasilitas ini dapat memberikan dampak yang luar biasa terhadap kebersihan lingkungan," kata Luhut, Sabtu (19/3/2022).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

TPS3R yang dikembangkan sejak 2018, mengadaptasi sistem sirkular. Sampah dipilah secara langsung oleh mitra yang berasal dari rumah tangga. Sampah kemudian dikelola di TPS3R, baik yang organik maupun non-organik. Setiap bulannya, rata-rata sampah yang dikelola mencapai 270 ton yang berasal dari 7500 rumah tangga di empat desa di Kecamatan Muncar.

Dengan penanganan sampah yang dilakukan langsung dari rumah tangga itu, akan mengurangi sampah yang tersebar di sungai dan mencemari laut.

"Jika ini dilakukan secara disiplin, maka laut kita akan bersih. Kita juga harus disiplin untuk membuang sampah," ujar Luhut.

Penanganan sampah di Muncar diawali dari warga Desa Tembokrejo yang membuat TPS 2016. Pada 2018, pemerintah Norwegia bersama korporasi Borealis dari Austria mendukung NGO Systemiq untuk melakukan pendampingan masyarakat Kecamatan Muncar, yang diberi nama Project STOP.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyebutkan, kesuksesan penanganan TPS3R di Muncar atas kontribusi banyak pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pihak yang melakukan pendampingan, hingga pemerintah dan warga desa.

Baca Juga: Danantara Indonesia Bentuk Perusahaan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

"Atas kolaborasi dan kesadaran banyak pihak inilah, pengelolaan sampah di sini, dapat berjalan dengan lancar dan terus berkembang," ungkap Ipuk, dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (20/3/2022).

Saat ini, lanjut Ipuk, program kerja sama pengelolaan sampah dikembangkan dengan skala yang lebih luas. Melalui program bertajuk Banyuwangi Hijau, skalanya akan menjangkau lima kecamatan.

"Dengan program yang kita kelola bersama Systemiq ini, kita berharap dapat berkontribusi sebesar 19,5 persen dari penanganan kebocoran sampah di Banyuwangi pada 2024," papar Ipuk.

Program Director Systemiq Andre Kuncoroyekti menjelaskan, pengelolaan sampah di TPS3R Muncar ini telah berjalan secara mandiri dan sustainable. Pembiayaan operasionalnya yang mencapai 74 juta per bulan ditanggung dari penghasilan TPS3R sendiri yang mencapai 79 juta per bulan.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

“Untuk penjualan plastiknya, minggu depan akan diekspor ke Autria untuk pertama kalinya melalui EcoPlast Kunstsoff Recycling," jelasnya.

Sementara itu, Manajer TPS3R Bio Mandiri Lestari, Nungki Rosalina menjelaskan, program ini telah menjangkau 7.500 KK dari empat desa di Muncar. Salah satu dampaknya di desa tersebut tidak lagi terjadi banjir.

“Dulu setiap hujan pasti banjir karena muara sungai dan drainasi tersumbat sampah. Tapi kini bebas banjir, karena tidak ada orang buang sampah ke sungai atau got. Aparat desa juga menunjang apa yang kami lakukan. Bahkan Pak Kades mewajibkan warga yang akan mengurus surat di kantor desa wajib punya Kartu Kuning (kartu iuran sampah desa),” kata Nungki.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.