Kamis, 18 Jun 2026 09:03 WIB

Viral Joget Ala TikTok Disebut di Acara Ponpes, Camat Lekok Pasuruan Membantah

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 17 Mar 2022 17:36 WIB
Joget Ala TikTok yang disebut berlangsung dalam acara ponpes di Pasuruan (Foto: Tangkapan layar video viral di medias sosial Facebook)
Joget Ala TikTok yang disebut berlangsung dalam acara ponpes di Pasuruan (Foto: Tangkapan layar video viral di medias sosial Facebook)

Pasuruan - Aksi lima gadis goyang ala TikTok di panggung acara bertuliskan Haflah Imtihan Pondok Pesantren (Ponpes) Putra Putri Nurul Islamiyah, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan viral di media sosial (medsos).

Video itu mendapat beragam reaksi netizen. Mereka rata-rata menyayangkan serta mengecam aksi tersebut.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

"Onok mane (ada lagi) lur part 2 Pasuruan punya," tulis Cxx Hxxxx, pemosting video itu, yang kemudian disukai 339 orang, dikomemtari 479 orang dan dibagikan 461 kali.

Netizen yang geram telah melontarkan berbagai macam kecaman, di antaranya akun Facebook Wxxxx.

"Turut berduka cita atas meninggalnya rasa malu anak bangsa kita," tulis akun itu.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

"Kasihan orangtuanya, semoga diberi ketabahan," sahut akun Facebook Vxxxx.

Sementara Camat Lekok, Kabupaten Pasuruan, Mulyohadi mengaku telah mengetahui video viral tersebut. Bahkan dirinya bersama kepolisian telah menelusuri kebenaran video tersebut dengan datang langsung ke Desa Wates.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Hasilnya, di Desa Wates disebut tidak pernah ada acara seperti yang terekam dalam video viral itu.

"Bukan di Wates itu. Tidak ada. Saya sudah turun sama polisi juga. Kasun-kasun sudah kita tanya, tidak ada," tandas Mulyohadi, Kamis (17/3/2022).

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.