Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Perjuangan Pemkab Daftarkan Reog Ponorogo Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 15 Mar 2022 16:40 WIB
Kesenian Reog Ponorogo didaftarkan dalam warisan budaya tak benda UNESCO. (Foto: Dok jatimnow.com)
Kesenian Reog Ponorogo didaftarkan dalam warisan budaya tak benda UNESCO. (Foto: Dok jatimnow.com)

Ponorogo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus memperjuangkan kesenian Reog Ponorogo agar terdaftar menjadi warisan budaya tak benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Juda Slamet Sarwo Edi, menyerahkan kelengkapan dossier (arsip) Reog kepada pejabat Dirjen Perlindungan dan Kebudayaan, Desse Yussubrasta, di kantor Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Senin (14/3/2022).

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Saya optimis kami menyerahkan dokumen tepat pada waktunya. Kemudian sudah kami lakukan naskah akademik termasuk dokumen film dan foto kepada Kemendikbud Ristek. Kami optimis, kami diusulkan oleh pemerintah pusat," ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Selasa (15/4/2022).

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat konferensi pers penyerahan dokumen Reog Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat konferensi pers penyerahan dokumen Reog Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Sugiri meyakini Pemkab Ponorogo telah mengatasi semua problem terkait pendaftaran Reog. Seperti penggunaan kulit harimau untuk barongan atau kepala Reog. Saat ini, dengan kesadaran penuh, barongan cukup menggunakan kulit kambing yang kemudian dilukis mirip dengan harimau.

Kedua, terkait penggunaan bulu merak. Sekarang, pemkab memanfaatkan bulu merak yang rontok setiap tahunnya, agar bisa dipakai sebagai bahan pembuatan Reog.

"2 hal yang sulit sudah kami lalui. Jadi tidak masalah," tambahnya.

Jika telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, lanjut Sugiri, tentu menjadi keuntungan bagi bangsa Indonesia. Sebab hal tersebut membuktikan bila masyarakat menjunjung tinggi seni budaya warisan nenek moyang. Terlebih pemuda bangsa bisa mengenal lebih dekat budaya sendiri.

Baca Juga: Hadiri Acara Sanggring Kolak Ayam, Wabup Gresik Sebut Hal Ini Untuk Warga Gumeno

Saat ini, sebut Sugiri, Reog bersaing dengan jamu dan tempe dalam nominasi yang sama. Namun, ia meyakini kesenian Reog tidak bisa disandingkan dengan nominasi lainnya. Ia pun berharap, dengan masuknya dossier Reog, bisa menjadikan warisan budaya tersebut tak punah.

"Kalau pandemi ini tidak bisa dihitung kapan berhentinya, maka kesenian komunal seperti Reog Ponorogo yang sangat adiluhung ini terancam punah, karena tidak bisa manggung, tidak bisa interaksi dengan penonton, tidak bisa aktualisasi," imbuh Sugiri.

Penyerahan dokumen Reog Ponorogo ke Kemendikbud dan Ristek. (Foto: Pemkab Ponorogo for jatimnow.com)Penyerahan dokumen Reog Ponorogo ke Kemendikbud dan Ristek. (Foto: Pemkab Ponorogo for jatimnow.com)

Terlebih, lanjutnya, banyak yang bergantung dari kesenian Reog dari sisi ekonomi, mulai dari seniman, UKM perajin Reog, perajin hiasan Reog, guru sanggar, hingga pedagang musiman.

Baca Juga: Tak Lagi Pakai Tenaga, Pebecak di Ponorogo Tersenyum Dapat Becak Listrik dari Prabowo

"Kalau (Reog) ini terancam tidak (masuk) Unesco, (Reog) ini menjadi sesuatu yang dilindungi, kami khawatir dengan pandemi berkepanjangan terancam punah," tegasnya.

Bupati Sugiri meminta agar masyarakat turut serta mendukung Reog agar diakui oleh dunia sebagai ICH UNESCO.

"Bisa lewat media sosial platform apapun," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.