Kamis, 18 Jun 2026 17:38 WIB

Bosan Tunggu Solusi Pemerintah, Warga Waru Inisiatif Sedot Genangan Banjir

Warga Kureksari saat melakukan pemompaan air secara mandiri (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Warga Kureksari saat melakukan pemompaan air secara mandiri (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Genangan yang tak kunjung surut di jalan raya Desa Kureksari Kecamatan Waru, membuat warga inisiatif menggunakan pompa air irigasi sendiri untuk tangani banjir, Jumat (11/3/2022).

Hal tersebut dilakukan oleh warga pascahujan deras kemarin malam, Kamis (10/3) yang mengguyur wilayah Sidoarjo, khususnya Waru.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Salah seorang warga RT 01 RW 07 Pulosari, Desa Kureksasi Kecamatan Waru bernama Yanto saat dikonfirmasi mengatakan, tindakan yang dilakukan warga hari ini adalah memompa air yang menggenang di jalan.

"Inisiatif warga sendiri. Kalo nggk gini ya nggk surut. Ini aja mesin pompa airnya punya warga kok," ujar Yanto.

Menurutnya, banjir yang sering melanda wilayahnya mengakibatkan banyaknya kendaraan macet saat melintas. "Kalau udah banjir, tingginya bisa selutut. Kendaraan banyak mogok," imbuhnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Baca Juga: Warga Waru Sidoarjo Sambat: Banjir Tiap Hujan, Bukan Tiap Tahun

Saat disinggung soal apakah sudah ada tindakan dari pemerintah desa atau kabupaten, Yanto mengatakan bahwa selama ini belum ada solusi apapun. "Paling ya cuman ditinjau aja. Sejauh ini juga belum ada solusi. Ya tetap banjir tiap hujan," tuturnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Warga Pulosari, Desa Kureksari mengharapkan solusi yang konkret dari pemerintah. Warga menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan acuh tanpa memberi solusi sedikitpun.

"Pengennya kita ada solusi. Biar ndak banjir lagi. Minimal jalannya ditinggikan biar ndak menggenang kalau hujan," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.