Senin, 22 Jun 2026 14:59 WIB

Intensitas Hujan Tinggi, 7 Desa di Kecamatan Ploso Jombang Terendam Banjir

Kondisi air yang sudah memasuki rumah warga di Dusun Gedang, Desa Jatigedong Ploso. (Foto-foto: Elok Apriantoi/jatimnow.com)
Kondisi air yang sudah memasuki rumah warga di Dusun Gedang, Desa Jatigedong Ploso. (Foto-foto: Elok Apriantoi/jatimnow.com)

Jombang - Intensitas hujan yang masih tinggi di Kabupaten Jombang, mengakibatkan sejumlah sungai di wilayah setempat meluap. Seperti yang terjadi di Kecamatan Ploso, Jombang.

Akibat luapan air Sungai Bacang dan Marmoyo, sedikitnya ada 7 desa terendam air. Yakni, Desa Ploso, Desa Rejoagung, Desa Losari, Desa Pegertanjung, Desa Jatigedong, Desa Gedongombo, dan Desa Kedungdowo.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Kondisi genangan air terparah terjadi di 3 dusun di wilayah Desa Jatigedong. Ketinggian air bervariasi mulai 60 hingga 85 sentimeter. Genangan air ini, sudah terjadi sejak 2 hari.

Solikan (65) warga Dusun Gedang, Desa Jatigedong menjelaskan, jika air menggenangi jalanan kampong hingga masuk ke dalam rumahnya sejak Kamis (10/3) kemarin.

"Ya mulai hari Kamis, sampai sekarang belum surut. Kondisi air masih tetap. Air kalau di dalam rumah sekitar 30 sentimeter, kalau di jalan kampong mencapai 1 meter,” ungkap Solikan.

Ia menyebut, air luapan sungai ini datang sejak kemarin pagi sekitar 10.00 WIB. Selain itu, Solikan menyebut, jika banjir kali ini cukup parah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ya langganan, tapi ini cukup besar banjirnya. Dan berlangsung lama, biasanya cepat. Ya kira-kira sampai seminggu airnya bertahan," ungkapnya.

Kondisi air yang cukup tinggi ini, membuat sejumlah sekolahan yang ada di sekitar area Dusun Gedang, diliburkan. “Ya libur semua sekolahan, mulai SMP, sama MI (madrasah ibtidaiyah), mulai kemarin,” kata Solikan.

Solikan mengaku banjir kali ini cukup parah. Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah tanggul sungai jebol. “Iya ada tanggul yang jebol,” ucapnya.

Lantaran aktivitas warga terganggu, masyarakat mendapat pasokan makanan dari dapur umum yang disiapkan BPBD dan Dinsos Jombang. “Ya diberi desa, tadi diberi mie instan 6 bungkus, dan air mineral. Yang paling dibutuhkan ya makanan yang paling utama,” tegasnya.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Ia beraharap pada pemerintah setempat untuk mengatasi banjir di wilayahnya. “Ya mestinya segera diperbaiki, agar gak banjir lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Ploso,Tridoyo Purnomo, mengakui banjir akibat intensitas hujan yang tinggi ini terjadi sejak hari Rabu (9/3) kemarin. Sehingga, sambung Camat, pada hari Kamis kemarin, air luapan sungai menggenangi pemukiman warga.

“Intensitas hujan tinggi, di area Plandaan dan Kabuh, sehingga air pada malam itu, masuk ke Desa Kebonagung, dan Pagertanjung sempat ada luapan air sungai masuk kepada areal persawahan dan jalan Desa,” kata Camat.

Camat menyebut, pada hari Kamis pagi itu air sudah mulai surut. Dan pada hari Kamis itu juga daerah Pegertanjung, Pandan Blole, Kedungdowo, terus Jatigedong, Gedongombo, Ploso dan Losari itu juga ada luapan air dari sungai.

Baca Juga: Warga Tulungagung Hilang saat Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas

"Ya harapannya kita tidak terjadi hujan akan tetapi hujan juga. Sehingga penyusutan lamban sekali, untu itu kemarin kita koordinasi dengan pengairan dan Dinas PUPR untuk mengaktifkan sudetan ke Sungai Brantas,” paparnya.

Namun, sambung Camat, air Sungai Brantas juga sedang naik sehingga pemanfaatan sudetan untuk mengurangi debit air yang merendam rumah warga menjadi lamban. “Sehingga pembuangannya tidak maksimal,” katanya.

Ia menyebut, ketinggian air di sejumlah desa menunjukkan tren turun. Akan tetapi, di Desa Jatigedong, memang kondisi tanahnya agak rendah, sehingga air belum juga surut.

“Ya mudah-mudahan cuaca cerah, sehingga nanti malam air sudah surut. Dan tadi pagi kita cek ada penurunan sedikit,” tukasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir di Kabupaten Jombang semakin meluas. Data dari BPBD Jombang, di Jombang ada 6 Kecamatan yang kondisinya terendam air. Yakni, Kecamatan Sumobito, Ploso, Mojoagung, Tembelang, Peterongan, Kudu.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.