Rabu, 10 Jun 2026 13:59 WIB

Bentrok Dua Perguruan Silat Banyuwangi Diduga Dipicu Saling Ejek di Medsos

Suasana pascabentrokan dua perguruan silat di Banyuwangi (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)
Suasana pascabentrokan dua perguruan silat di Banyuwangi (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)

Banyuwangi - Saling ejek di media sosial (medsos) diduga menjadi pemicu bentrokan dua perguruan silat di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Kamis (10/3/2022) dini hari.

Akibat bentrok tersebut, seorang pendekar tewas dan beberapa lainnya mengalami luka.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Polisi masih melakukan penyelidikan atas bentrokan berdarah itu. Penyebab pasti bentrokan itu juga masih terus diusut. Namun ada indikasi bentrokan itu bermula saling ejek antar anggota kedua perguruan silat itu di medsos.

Dari penelusuran jatimnow.com, unggahan video bernada provokatif salah satunya muncul awal Maret 2022. Hingga akhirnya membuat perselisihan semakin meruncing dan menyebabkan dua perguruan silat itu bentrok beberapa kali.

Baca juga:  Dua Perguruan Silat Bentrok di Banyuwangi, Satu Pendekar Tewas

Kabag Ops Polresta Banyuwangi, Kompol Agung Setyo Budi mengatakan, awal bentrok dua perguruan silat ini sebetulnya disebabkan karena video viral yang beredar di medsos.

"Awal konflik karena saling ejek di medsos, padahal tidak ada apa-apa," jelas Agung kepada wartawan, Kamis (10/3/2022).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Peristiwa mencekan itu terjadi sejak Rabu (9/3/2022). Saat itu, ratusan personel kepolisian dan TNI diterjunkan ke lokasi untuk berjaga-jaga dan memblokade sejumlah titik untuk antisipasi aksi saling serang antar kedua perguruan.

"Kita terjunkan sebanyak 342 personel untuk disiagakan dalam peristiwa ini," ungkap Agung.

Namun massa kembali bergerak pada Kamis dini hari hingga akhirnya terjadi bentrokan yang mengakibatkan korban jiwa. Polisi dan TNI saat itu sudah berusaha menahan kedua belah pihak.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Karena kuatnya hoaks dan provokasi sehingga terjadi begitu dan ada korban. Harapannya tidak terjadi lagi dan saling menyadari, cek dulu kebenarannya," pinta Agung.

Agung juga menginformasikan, pascabentrokan, kondisi di lokasi sudah kembali kondusif.

"Kondisi di lapangan setelah kejadian semalam, kita bisa atasi dengan dibackup oleh rekan TNI bersama-sama menciptakan situasi kondusif," pungkas Agung.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.