Kamis, 18 Jun 2026 09:52 WIB

PT KAI Mengaku Rugi Ratusan Juta dalam Kecelakaan Maut di Tulungagung

Kondisi lokomotif usai terlibat kecelakaan dengan bus di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kondisi lokomotif usai terlibat kecelakaan dengan bus di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Kecelakaan maut antara bus pariwisata dengan Kereta Api (KA) Rapih Dhoho di Tulungagung beberapa waktu lalu membuat PT KAI Daop 7 Madiun mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Kecelakaan itu mengakibatkan lokomotif dan sejumlah gerbong Kereta Api Rapih Dhoho mengalami kerusakan parah. Hingga saat ini lokomotif itu masih diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta. Sedangkan gerbong diperbaiki di Dipo Sidotopo Daop 8 Surabaya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kerugian tersebut akan diklaimkan PT KAI ke PO Harapan Jaya, perusahaan bus yang menjadi penyebab kecelakaan.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menerangkan, terdapat tiga komponen yang dihitung mengalami kerugian. Di antaranya kerusakan lokomotif dan gerbong kereta api, pengembalian bea dan perbaikan layanan serta banyaknya kereta api yang mengalami keterlambatan akibat insiden tersebut.

Baca juga:

"Ada dua kereta yang mengalami keterlambatan, yaitu KA Singasari dan Dhoho. Untuk Singasari mengalami keterlambatan selama 145 menit dan Dhoho terlambat 267 menit jadi total keterlambatan selama 412 menit," ujarnya, Kamis (10/3/2022).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sedangkan untuk kerusakan lokomotif dan gerbong taksir kerugian diperkirakan mencapai Rp 442 juta. PT KAI juga harus membayar pengembalian bea dan perbaikan layanan sebesar Rp 1,4 juta.

Mereka memilih memperbaiki lokomotif daripada harus membeli baru. Hal ini dikarenakan harga lokomotif baru sangat mahal mencapai Rp 27 miliar.

"Lokomotif kita perbaiki di Balai Yasa Yogyakarja dan gerbong kita perbaiki ke Daop 8 Surabaya," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Bus itu tertabrak kereta api pada Minggu (27/02/2022) pagi, di perlintasan tanpa palang pintu Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Bus tersebut memuat rombongan karyawan sebuah toko plastik, yang hendak berwisata ke Kota Batu. Kecelakaan mengakibatkan 6 penumpang bus tewas.

Polisi telah menetapkan sopir bus sebagai tersangka atas kasus ini. Pascakejadian, Pemkab Tulungagung berencana memasang palang pintu di perlintasan tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.