Sabtu, 20 Jun 2026 01:01 WIB

Kasus Dugaan Malpraktik, Kadinkes Sidoarjo Tunggu Laporan IDI dan POGI

Kadinkes Sidoarjo, drg. Syaf Satriawarman (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Kadinkes Sidoarjo, drg. Syaf Satriawarman (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sidoarjo drg. Syaf Satriawarman tegaskan menunggu laporan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) dalam tangani kasus dugaan malpraktik rumah sakit MH.

Ia mengatakan saat ini proses pendalaman kasus dugaan malpraktik yang dilaporkan oleh Kepala Desa Semampir Lukman Mualim tersebut, telah ditangani oleh IDI dan POGI.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Nantinya, laporan yang masuk berupa penilaian tersebut akan diputuskan oleh Dinkes Sidoarjo bersama IDI. Berupa sanksi organisasi atau sanksi teguran.

"Setelah dinilai apabila ada kesalahan dari dokternya, maka kita akan menegur direktur RS-nya langsung. Karena yang bertanggung jawab secara keseluruhan rumah sakit tersebut ya direkturnya," ujar drg. Syaf saat dihubungi jatimnow.com melalui seluler, Selasa (8/3/2022).

Pihak Dinas Kesehatan menargetkan minggu ini laporan bisa masuk agar prosesnya tidak berlarut-larut. "Saya minta minggu ini harus ada laporan yang masuk ke dinkes dan kita akan menelusuri lebih kanjut," imbuhnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Baca Juga: Mediasi Dugaan Malpraktik Gagal, Keluarga Ngotot Lanjutkan Proses Penyelidikan

Kadinkes juga mengatakan jika selama ini pihak korban secara resmi belum memberikan surat aduannya kepada Dinas Kesehatan Sidoarjo.

Tidak hanya itu, Syaf mengingatkan kepada seluruh tenaga medis dan dokter di Sidoarjo untuk selalu tuntas menangani pasien. Ia tidak ingin kasus seperti ini kembali terulang kedepannya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Jadi prinsipnya, semua dokter harus berpegang teguh kepada penyelesaian pasien yang dipegangnya mulai awal. Kalau memang tidak bisa, maka harus dirujuk ke spesialise lain. Kalau ada pasien yang memaksa memindahkan dirinya maka si dokter sudah lepas tanggung jawab karena permintaan pasien yang bersangkutan seperti itu,” tutupnya.

Sementara itu, hingga saat ini pihak IDI Sidoarjo belum kunjung memberi keterangan. Saat dihubungi jatimnow.com, pihak IDI Sidoarjo tidak memberi respon apapun.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.