Jumat, 19 Jun 2026 13:25 WIB

DLH Belum Bisa Pastikan Penyebab Air Sungai Berwarna Merah di Jombang

Warna air Sungai Mojoranu kembali normal pasca-berwarna merah pada Februari lalu. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Warna air Sungai Mojoranu kembali normal pasca-berwarna merah pada Februari lalu. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Hasil uji laboratorium sampel air sungai berwarna merah di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, keluar. Meski begitu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten setempat belum bisa memastikan penyebab berubahnya warna air sungai tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Miftahul Ulum membenarkan jika hasil uji laboratorium sudah keluar pada Jumat (4/3/2022). Hasil mengungkap kondisi parameter air sungai.

Baca Juga: Geger, Rumah di Pemukiman Padat Jombang Disulap Jadi Kebun Ganja Ratusan Pot

Baca juga: Hii... Air Sungai di Jombang Berwarna Merah Darah

Sampel air yang diteliti menunjukkan kadar COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biochemical Oxygen Demand) pada angka yang sama. Artinya, kebutuhan oksigen kimia untuk mengurai bahan organik yang terkandung dalam air sama dengan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan semua zat organik yang tersuspensi dalam air.

"Terkait masalah unsur parameter sungai COD dan BOD-nya, itu antara hulu dan hilir antara yang berwarna normal dan merah itu tidak jauh beda. Jadi tidak signifikan hasil lab-nya," ungkap Ulum, Selasa (8/3/2022).

Lantaran kadar COD dan BOD pada Sungai Mojoranu menunjukkan kesamaan, Ulum menyimpulkan parameter sungai tidak signifikan atas terjadinya perubahan warna merah pada air sungai.

Baca Juga: Bus Rombongan Alumni SMEA Negeri Jombang Alami Kecelakaan di Tulungagung

Untuk itu, penyebab perubahan warna pada air Sungai Mojoranu ini belum bisa disimpulkan.

"Yang (uji laboratorium) pertama kami belum bisa menemukan sebab limbah apa, jadi kita butuhkan lab lanjutan untuk mengetahui penyebabnya (air sungai berubah warna merah darah, red)," jelas Ulum.

Sampel air kembali dikirim ke DLH Jatim untuk diperiksa ulang pada Senin (8/3/2022). Uji laboratorium ini untuk mencari kandungan logam yang terkandung dalam air Sungai Mojoranu yang berwarna merah.

Baca Juga: Hari Bumi 2025, Griya Ficus Tuban Gelar Aksi Konservasi Mata Air

"Senin kemarin kita lakukan lab tindak lanjut untuk mengetahui kandungan logamnya. Karena biasanaya warna merah itu ada kandungan logam. Kami juga lakukan lab barangkali ada alganya," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, air Sungai Mojoranu, Desa Tanggalrejo, Mojoagung, Jombang tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah pada Jumat (25/2/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.

Fenomena air sungai berwarna merah ini terjadi di sekitar pintu air (DAM) Songkar di Dusun Mojoranu. Kondisi permukaan air Sungai Mojoranu ini berubah warna merah selama 3 jam saja. Air berwarna merah itu mengalir hingga 5 kilometer ke arah hilir atau arah Sungai Gunting.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.