Jumat, 19 Jun 2026 13:41 WIB

Lindungi Hak Anak, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Targetkan KLA Nindya

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita saat memimpin rapat upaya peningkatan predikat Kota Layak Anak (Foto: Diskominfo Kota Mojokerto for jatimnow.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita saat memimpin rapat upaya peningkatan predikat Kota Layak Anak (Foto: Diskominfo Kota Mojokerto for jatimnow.com)

Mojokerto - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto senantiasa meningkatkan komitmen terhadap perlindungan hak anak untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Komitmen itu tercermin pada upaya peningkatan predikat Kota Layak Anak (KLA) Kota Mojokerto dari Madya ke Nindya.

Baca Juga: LPA Jatim Dorong Sinergi Pendidikan Ramah dan Layak Anak

"Tahun ini kita harus sanggup untuk naik dari kategori Madya menjadi Nindya," jelas Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat rapat koordinasi tim gugus tugas KLA, Senin (7/3/2022).

Sedikit perlu diketahui, penghargaan Kota/Kabupaten Layak Anak terbagi dalam beberapa kategori, yaitu tingkat pratama, madya, nindya dan utama.

Tahun 2021, Kota Mojokerto berhasil meraih KLA kategori madya dengan raihan poin sebesar 675,45. Sementara untuk dapat naik menjadi Nindya, poin minimal yang harus dicapai sebanyak 700.

"Sebenarnya kurang sedikit untuk bisa mencapai Nindya. Dari pratama poin 500 bisa jadi madya, minimal 600. Sementara kita bisa mencapai 675. Itu bukti kalau kita mampu membuat lompatan yang tinggi. Maka tahun ini, harusnya mampu melompat lebih tinggi lagi," ungkap Ning Ita-sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

Ning Ita berharap forkopimda, kepala OPD, camat dan lurah yang hadir dalam rapat untuk berkomitmen membangun sinergi dan kolaborasi.

"Ini jelas menjadi tugas kita bersama. Bukan hanya tugas dari dinsos, melainkan setiap institusi ataupun OPD memiliki peran masing-masing untuk bisa berkontribusi dalam mensukseskan tujuan kita," papar dia.

Ning Ita juga menghendaki untuk memperbanyak program "kroyokan", istilah suatu program yang diampu oleh berbagai OPD. Salah satu contohnya sebuah program percepatan dalam menurunkan angka kenakalan remaja melalui tindakan preventif yang berbasis keluarga yang melibatkan Dinkes P2KB, Dinsos P3A, PKKM, Darmawanita serta sebuah perguruan tinggi. Rencananya dalam bulan ini program sudah memasuki tahap finalisasi skema.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

Selain itu, komitmen penuh jauh-jauh hari juga telah ditunjukkan, terbukti melalui adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kota Layak Anak.

Melalui produk daerah tersebut, artinya Kota Mojokerto telah memberikan payung hukum untuk menjamin terpenuhinya hak-hak mendasar anak.

"Menciptakan generasi penerus yang berkualitas tentu tidak hanya dilihat dari berbagai sektor, misal pendidikan dan kesehatan saja. Tapi banyak indikator lain yang harus kita ikhtiarkan, agar anak-anak kita ke depan benar-benar menjadi penjamin kesuksesan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan tercapainya tujuan nasional Indonesia Emas," pungkasnya. (ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.