Jumat, 19 Jun 2026 11:26 WIB

Pakar Sebut Wacana Penundaan Pemilu hanya Kepentingan Elite Politik

Dr. Suko Widodo. (Foto: Humas Unair)
Dr. Suko Widodo. (Foto: Humas Unair)

Surabaya - Jika ada partai yang mendukung terhadap wacana penundaan Pemilu harus siap menjadi tumbal kepentingan elite politik.

Hal tersebut dikatakan Pakar Komunikasi dan Politik Universitas Airlangga Surabaya Dr. Suko Widodo. Menurutnya penundaan Pemilu itu merupakan kepentingan elite partai politik saja dan bukan kepentingan pengurus partai yang di bawahnya.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Itu kepentingan elite dan bukan kepentingan pengurus partai yang di bawahnya," tegas Suko di Surabaya, Senin (7/3/2022).

Suko mengatakan Parpol yang mendukung seperti menjadi tumbal atas gagasan penundaan pemilu. "Tapi itu bagi Parpol yang mendukung ide itu. Mengapa mereka mendukung? Ya karena terdapat kesamaan kepentingan dengan penundaan itu," ujarnya.

Terlebih jika gagasan itu ditolak oleh publik maka ada risiko yang harus ditanggung oleh Parpol yang mendukung ide tersebut.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Citra Parpol menjadi negatif, dan akan mengurangi simpati publik. Tak ada yang diuntungkan atas gagasan itu jika kondisi begini. Malah mengurangi kredibilitas pada elite politik pendukung ide," paparnya.

Sementara mengenai dukungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap perpanjangan masa presiden, Suko mengatakan hal tersebut merupakan blunder politik.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Dia menilai PSI tidak punya sikap posisi yang jelas dan tampak terombang-ambing. Selain itu, PSI dianggap terlibat dalam konflik politik, tetapi hanya menjadi pengikut saja.

"Blunder itu bisa menjadikan PSI merusak citra dirinya sendiri dan bisa bisa akan ditinggalkan oleh pendukungnya. Padahal sebagai parpol anak muda seharusnya mendengarkan aspirasi kaum milenial yang mengharapkan pembaharuan," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.