Sabtu, 20 Jun 2026 00:02 WIB

Pemkab Tulungagung Akan Bangun Palang Pintu di 2 Perlintasan KA

Perlintasan KA di Tulungagung tanpa palang pintu. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Perlintasan KA di Tulungagung tanpa palang pintu. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Pemerintah Tulungagung (Pemkab) Tulungagung berencana membangun dua palang pintu di perlintasan kereta api (KA) sebidang tahun ini. Ini sebagai tindak lanjut atas kecelakaan maut antara bus pariwisata dan KA di perlintasan tanpa palang pintu pada pekan lalu. Dalam kecelakaan, tersebut enam penumpang bus meninggal dunia. Polisi telah menetapkan sopir bus tersebut sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan ini.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menerangkan, rencananya palang pintu perlintasan KA dipasang di Desa Ketanon dan Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Kedua perlintasan itu dinilai paling rawan karena banyak dilintasi warga. Terlebih perlintasan di Desa Ketanon yang merupakan lokasi kecelakaan maut beberapa hari lalu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Sedangkan perlintasan di Desa Plosokandang berada di belakang kampuis UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang banyak digunakan mahasiswa. “Palang pintu di dua perlintasan itu akan dibangun pada tahun ini secara bertahap,” ujarnya, Senin (07/03/2022).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kepastian pembangunan palang pintu di dua lokasi tersebut disampaikan setelah Pemkab Tulungagung melakukan rapat koordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian. Saat ini terdapat 18 perlintasan kereta api di wilayah Kabupaten Tulungagung yang tidak berpalang pintu. Namun baru dua di antaranya yang direncanakan untuk pengadaan palang pintu. Termasuk tenaga penjaganya. “Pembuatan palang pintu itu perlu beberapa izin. Selain juga terkait konstruksi palang pintu dan penjaganya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengungkapkan bahwa untuk perekrutan tenaga penjaga palang pintu KA dibutuhkan paling tidak tiga orang penjaga di setiap satu palang pintu. Terkait hal ini, PT KAI dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menyerahkan pada pemkab.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Galih berharap para penjaga palang pintu yang akan direkrut nanti merupakan warga sekitar lokasi. Baru jika tidak ada warga sekitar yang mau menjadi penjaga palang pintu KA, perekrutan dilakukan untuk warga daerah lain. “Tiga orang itu bekerja secara shift selama 24 jam. Jadi per orang bekerja masing-masing delapan jam perhari secara shift,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.