Senin, 22 Jun 2026 10:07 WIB

Pendukung Anies Baswedan di Tulungagung Tolak Wacana Penundaan Pilpres 2024

Paguyuban Baruklinthing di Tulungagung deklarasi dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024 (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Paguyuban Baruklinthing di Tulungagung deklarasi dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024 (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Wacana penundaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 ditolak oleh Paguyuban Baruklinthing di Tulungagung. Selain itu, mereka mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai presiden.

Koordinator Relawan Anies Baswedan Tulungagung, Ahmad Syifa menilai, Anies layak menjadi Presiden Indonesia.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Relawan ini mempunyai latar belakang lintas profesi, mulai dari pensiunan guru hingga petani. Mereka bersatu dan bertekad menjadikan Tulungagung sebagai basis suara Anies Baswedan," jelas Syifa, Minggu (6/3/2022).

Menurut Syifa, struktur organisasi relawan tersebut telah terdapat di 16 kecamatan, dari total 19 kecamatan di Tulungagung. Dua kecamatan sudah ditunjuk ketuanya dan hanya tinggal mencari anggota.

Syifa yang mempunyai latar belakang sebagai guru ini menilai, beragam kebijakan saat Anies menjabat Menteri Pendidikan sudah membuktikan kualitasnya. Kata dia, pada era Anies, pendidikan didorong mempunyai karakter kepada siswa, sehingga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Masin kata Syifa, sebagai Gubernur DKI, beragam kebijakan yang dibuat Anies juga dinilai menguntungkan warga. Para relawan ini menginginkan perubahan dan perbaikan untuk Indonesia lebih maju.

"Yang jelas kami yakin Anies akan membawa banyak perubahan menuju Indonesia yang lebih maju lagi," terang dia.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Para relawan ini juga menolak adanya penundaan Pilpres 2024. Menurutnya, upaya tersebut inkonstitusional. Hal ini dikarenakan KPU telah menetapkan tanggal pelaksanaan, sehingga wacana tersebut tidak cocok lagi.

"Itu merupakan upaya inkonstisional, KPU telah menetapkan tanggal dan keperluan lain," tegas Syifa.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.