Jumat, 19 Jun 2026 01:30 WIB

Sidoarjo Disebut Masih Banyak PR Bila Ingin Jadi Kabupaten Layak Anak

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori menyebut bahwa seluruh infrastruktur penunjang Rancangan Perundang-undangan Daerah (Raperda) terkait kabupaten layak anak harus terpenuhi.

Menurut Dhamroni, ketika raperda kabupaten layak anak sudah menjadi perda, akan sulit dijalankan bila banyak infrastruktur pelayanan masyarakat yang belum mendukung.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Probolinggo Minta Proyek Swalayan Jalan Cokro Distop

"Berbicara raperda kabupaten layak anak, sudahkah instansi-instansi layanan masyarakat kita memenuhi insfrastruktur yang memenuhi persyaratan sebagai kabupaten yang memang layak anak? Apa artinya raperda menjadi perda jika infrastruktur tidak mendukung," tegas Dhamroni, Jumat (4/3/2022).

Baca Juga: 

Menurutnya, ada banyak faktor serta berbagai indikator pendukung yang memang harus diperhatikan atau yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo selaku pemangku kebijakan.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Kita ingin raperda ini efektif betul. Ada hak-hak anak di setiap wilayah publik dan kita pastikan itu," tambah dia.

Dhamroni menegaskan bahwa raperda terkait kabupaten layak anak ini tidak dibuat hanya untuk menggugurkan kewajiban sebagai legislatif saja.

Namun dia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Sidoarjo yang ada saat ini dapat terintegrasi untuk menjalankan formulasi berdasar pada kebijakan-kebijakan yang telah diterbitkan.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Jika Tahun 2023 raperda ini berjalan, maka di tahun itu seluruh instansi juga harus siap atas konsekuensi yang ada di raperda tersebut. Sehingga tidak ada kata muspro (sia-sia)," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.