Selasa, 16 Jun 2026 06:30 WIB

Duh! Kasus Pencabulan dan Kekerasan Terhadap Anak di Sidoarjo Masih Tinggi

Ilustrasi pencabulan/jatimnow.com
Ilustrasi pencabulan/jatimnow.com

Sidoarjo - Angka kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak di Sidoarjo sepanjang Tahun 2021 tercatat tinggi.

Dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo yang diperoleh jatimnow.com, pada 2021 angka pencabulan mencapai 34 kasus. Disusul kekerasan terhadap anak 16 kasus.

Baca Juga: Cegah Kekerasan Anak, DP3AP2KB Kediri Latih 120 Kader Pendamping Keluarga

Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia meminta seluruh masyarakat untuk melapor bila menemui kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak.

"Masyarakat sekarang sudah lebih terbuka dengan tidak ragu lagi melaporkan kasus-kasus kekerasan pada anak agar mendapatkan perlindungan hukum serta mendapatkan pendampingan dari DP3A," ujar Ainun pada Rabu (2/3/2022).

Ainun tidak memungkiri jika pada kasus-kasus tertentu pihaknya juga bisa melakukan penyelesaian lewat mekanisme Restorasi Justice (RJ). Namun pendampingan secara berkala dan pencatatan tetap dilakukan oleh pihaknya.

"Tidak semua kasus kita bawa ke pengadilan. Kalau bisa diselesaikan di bawah, maka kita lakukan RJ. Tapi kasusnya tetap kami catat didata kami," terang dia.

Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron

Berdasar data tersebut, Ainun menyebut bahwa saat ini pihaknya sedang berupaya bekerjasama dan bersinergi dengan akademisi untuk melakukan kajian mendalam tentang faktor penyebab terjadinya pencabulan serta kekerasan pada anak.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (P3AKB) Kabupaten SidoarjoData Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo

Sementara Aktivis Perempuan Sidoarjo, Lenia Anggraini berpendapat jika kasus-kasus kekerasan sesual, kekerasan dan pencabulan yang melibatkan anak di bawah umur patut disorot. Dia meminta agar pendampingan kepada korban dilakukan secara berlanjut.

Baca Juga: Terdakwa Anak dalam Kasus Tewasnya Balita di Kediri Divonis 4 Tahun, Ibu Menangis

"Tentunya ini menjadi tugas bersama. Saya mendorong agar organisasi-organisasi mahasiswa dan kemasyarakatan yang khusus menfokuskan kinerja mereka terhadap anak juga dilibatkan dalam hal ini. Saya rasa penting karena seluruh pihak dari aspek manapun juga turut andil menangani tidak hanya Dinas P3A saja," terang Lenia.

Lenia yang juga menjabat sebagai Pengurus Besar HMI Bidang Geostrategi dan Hubungan International tersebut juga menambahkan bahwa ke depan masyarakat dan pemerintah saling bersinergi untuk memberikan pengetahuan seks sejak dini kepada anak di bawah umur.

"Sebenarnya kita perlu membuat semacam kelas pembelajaran atau edukasi seks sejak ini serta pembelajaran tentang advokasi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dua hal ini menjadi dasar awal kita untuk mencegah dan juga mengatasi kasus-kasus kekerasan serta pencabulan yang ada saat ini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.