Kamis, 18 Jun 2026 05:52 WIB

TKW Banyuwangi Gagal Berangkat ke Malaysia, Terpaksa Mengungsi karena Diancam

Andini dan teman-temannya saat berada di Kantor BP2MI Batam. (Foto: Dok. Pribadi)
Andini dan teman-temannya saat berada di Kantor BP2MI Batam. (Foto: Dok. Pribadi)

Banyuwangi - Ibu satu anak, Andini Putri Ningsih yang berasal dari Dusun Kedungagung, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, mengungsi di kediaman kerabatnya. Ia adalah tenaga kerja wanita (TKW) yang gagal berangkat ke Malaysia.

"Waktu diamankan polisi, saya dapat telepon dari salah satu petugas dari PT agar tidak menyebut PL dan PT. Katanya, kalau nyebut PL atau PT akan menyusahkan saya setelah pulang," terang Andini Putri Ningsih, Kamis (24/2/2022).

Baca Juga: Setahun Disnaker Jember Pulangkan 168 TKI Ilegal, 40 Persen Jenazah

Telepon yang sama juga ia terima usai mendarat di Bandara Juanda Surabaya pada 29 Januari 2022. Ketika itu, ia diminta untuk tidak cerita soal gagal berangkat ke Malaysia.

"Jangan bilang kalau gagal berangkat ke Malaysia karena ilegal, tapi bilang bandaranya masih tutup," tuturnya.

Diceritakan oleh Andini Putri Ningsih, ia dan dua orang lainnya asal Jember terbang dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Hang Nadim Batam pada 26 Januari 2022. Saat itu jam penerbangan berlangsung pada pagi hari.

"Terbang jam 05.00 WIB sampai sana sekitar jam 08.00 WIB. Kami bertiga sempat keluar Bandara Hang Nadim Batam," kisahnya.

Tiba-tiba Andini Putri Ningsih mendapat telepon yang memberitahu agar lekas naik taksi dan meninggalkan bandara. Dan jika ditanya-tanya disuruh menjawab hendak kerja di Batam.

Baca Juga: Viral 2 TKW asal Jember Minta Pulang, Ini Jawaban Disnaker

"Baru mau naik taksi polisi datang mengamankan kami. Kami dibawa ke markas polisi yang besar di Batam, lokasinya agak jauh dari Bandara Hang Nadim," ungkapnya.

Baca Juga: Kisah Wanita asal Banyuwangi: Dijanjikan Bekerja ke Malaysia, Tertahan di Batam

Selama semalam Andini Putri Ningsih, dua rekannya, serta 7 calon TKI lain diamankan aparat kepolisian di Batam. Setelah itu calon TKI di Malaysia tersebut di kirim ke BP2MI Tanjungpinang, Kepulauan Riau, naik kapal laut.

"Tak lama di BP2MI Tanjungpinang, kami dipindah lagi ke BP2MI Batam. Setelah itu kami diterbangkan pulang ke Bandara Juanda Surabaya," ujar korban.

Baca Juga: Menteri P2MI Imbau Pekerja Migran Tak Percaya Iming-iming Calo: Bahayakan Nyawa

Selama dalam perjalanan terbang menuju Batam dan Malaysia, Andini Putri Ningsih hanya dikasih uang transportasi oleh PT Rp100 ribu. "Uang itu habis buat makan selama di Bandara Hang Nadim Batam," Cerita Andini.

Kegagalan terbang ke Malaysia sebagai calon TKI membuat ibu satu anak itu kecewa. Apalagi ada embel-embel calon TKI ilegal.

"Sakit sih gagal berangkat meskipun oleh pihak PT biaya pemberangkatan mereka tanggung," ungkapnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.