Kamis, 23 Jul 2026 08:12 WIB

Viral 2 TKW asal Jember Minta Pulang, Ini Jawaban Disnaker

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 27 Des 2024 15:23 WIB
Video 2 TKW asal Jember minta pulang (Foto: tangkapan layar media sosial)
Video 2 TKW asal Jember minta pulang (Foto: tangkapan layar media sosial)

jatimnow.com - Viral video tayangan 2 Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Jember minta tolong agar segera dipulangkan ke tempat tinggalnya.

Dalam video tersebut, kedua TKW menyatakan selama 4 dan 6 bulan mereka di Arab Saudi tidak bekerja dan tidak mendapatkan gaji.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

"Saya Hanifah dari (Desa) Kemuning Lor Panti, dan Siti Khoimatul Khoiriyah dari Mayang Jember. Kami memohon kepada Gus Fawait (Bupati terpilih) untuk memulangkan kami ke Indonesia," katanya, dalam video viral.

"Sudah 4 bulan dan 6 bulan kami disini tidak bekerja-kerja dan tidak mendapatkan gaji. Kami sangat menginginkan untuk pulang. Harapan kami (kerja) disini sangat kecil, untuk memproses kepulangan kami," pintanya.

Menanggapi hal itu, Kepala bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Jember, Rachminda iskandarian menyampaikan, bahwa itu sudah difasilitasi oleh Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan berkoordinasi.

"Kami juga gercep untuk menindaklanjuti hal tersebut, dan kami koordinasi dengan Kemenaker, berikut Kemenlu," katanya.

"Teman-teman BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) masih membutuhkan keterangan bahwa itu TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang). Jadi kendalanya hanya di sana," sambungnya, Jumat (28/12/2024).

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Pria yang akrab disapa Rian mengaku, video viral itu sudah ditindaklanjuti sejak Oktober 2024. Saat ini, pihaknya masih menunggu.

"Jadi itu sudah kita tindak lanjuti bulan Oktober kemarin. Kami menunggu info lebih lanjut dari Kemenlu, Kementrian P2MI dan P4MI yang ada di Banyuwangi," sebutnya.

Rian menyampaikan, pihak keluarga telah memberikan legitimasi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sedangkan kendala utamanya, pasti karena nonprosedural.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

"Itu di Arab Saudi. Kami kurang tahu (terlantar atau bukan). Biasanya yang ditangani Disnaker, itu nonprosedural," tegasnya.

Rian menyatakan, untuk saat ini yang laporan ke Disnaker, yakni dari pihak TKW yang dari Mayang. Sedangkan yang dari Panti belum ada.

"(Kemuning Lor) Itu belum ada konfirmasi ke kami, jadi kami tidak bisa menindaklanjuti. Kami mohon doa dan dukungannya," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.