Minggu, 21 Jun 2026 10:32 WIB

Keluarga di Mojokerto Diteror Orderan Fiktif, Karangan Bunga hingga Batu Nisan

Jalan Dusun Ngrambut, Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (Arda for jatimnow.com)
Jalan Dusun Ngrambut, Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (Arda for jatimnow.com)

Mojokerto - Kasipah, warga Dusun Ngrambut, Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto menjadi korban orderan fiktif.

Dirinya menerima orderan fiktif berupa lemari yang diantar memakai truk. Anaknya, Yusuf juga mendapat orderan palsu itu berupa bahan bangunan seperti semen, rangka besi, keramik, genting.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Selain bahan bangunan dan lemari, alat elektronik kayak kulkas. Tak hanya itu, keluarganya juga mendapat orderan fiktif sedot wc sampai karangan bunga serta batu nisan.

"Kata yang mengantarkan kulkas itu surprise buat ulang tahun," kata Kasipah menirukan ucapan orang yang mengantar, Senin (21/2/2022).

Ia menambahkan, orderan fiktif itu datang selama tiga hari berturut-turut dan datang dari Mojokerto, Surabaya, sampai Malang.

"Terakhir itu genting satu truk, datang dari Surabaya. Katanya mereka kirim setelah dibayar, tapi dicek lagi ternyata struk pembayarannya itu palsu," terangnya.

Kasipah menjelaskan, keluarganya merasa syok karena ada pesanan palsu karangan bunga kematian atas nama ibunya dan batu nisan.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Semua orderan fiktif olah oknum yang tdiak bertanggung jawab itu dikembalikan ke toko masing-masing setelah diklarifikasi jika pihak keluarga tidak memesan barang-barang tersebut.

"Semuanya kembali tidak kita bayar wong bukan kita yang pesan," jelasnya.

Menurut Yusuf, karangan bunga kematian itu datang ke rumahnya lebih dari lima kali. Aksi teror orderan palsu itu membuat pikiran keluarganya sedikit terguncang.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

"Sekarang kita agak khawatir (takut) kalau ada tamu ke sini. Sampai tetangga-tetangga ikut nyegat truk di depan gang kalau mau kirim ke sini, biar langsung balik saja," tuturnya.

Namun Kasipah tidak melapor ke pihak kepolisian dengan adanya teror orderan palsu itu meski membuat keluarganya tidak merasa tenang.

"Tidak, kita anggap sudah selesai. Sekarang (kemarin siang) sudah gak ada kiriman lagi," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.