Senin, 22 Jun 2026 04:22 WIB

Intensitas Hujan Tinggi, Ratusan Hektare Sawah di Tulungagung Terendam Banjir

Area persawahan di Tulungagung terendam banjir. (Foto: dok Dinas Pertanian Tulungagung/jatimnow.com)
Area persawahan di Tulungagung terendam banjir. (Foto: dok Dinas Pertanian Tulungagung/jatimnow.com)

Tulungagung - Tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah Tulungagung dalam beberapa hari terakhir ini, menyebabkan ratusan hektar sawah terendam banjir. Tingginya curah hujan menyebabkan air sungai meluap dan masuk ke area lahan pertanian warga.

Banjir terjadi di 6 kecamatan. Di Kecamatan Kalidawir, sawah di lima desa diketahui tergenang oleh banjir. Meskipun begitu tidak ada ancaman gagal panen atau puso. Hal ini dikarenakan usia tanaman padi yang tergenang baru 15-45 hari.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Koordinator POPT Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu menerangkan, sesuai hasil pendataan yang dilakukan terdapat 222,25 hektar sawah yang tergenang banjir. Rincianya 219 hektar tanaman padi; 2,25 hektar tanaman bawang merah dan 1 hektar tanaman melon.

"Kami terus memantau terhadap sawah yang tergenang banjir ini, kondisinya saat ini sudah mulai surut," ujarnya, Jumat (18/01/2022).

Banjir tercatat menggenangi sawah di 6 wilayah kecamatan, yakni Kalidawir, Ngunut, Sumbergempol, Boyolangu, Tulungagung dan Gondang.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

"Banjir kalau airnya keruh di tanaman bisa cepat rusak, tapi kalau airnya bening tanaman masih bisa bertahan lama," jelasnya.

Petani saat ini menggunakan pompa untuk mengalirkan air dari dalam ke luar sawah. Hasilnya genangan air mulai surut.

Baca Juga: Polres Lamongan Ciduk Penimbun BBM Subsidi, Pakai Modus Surat Rekomendasi

Banjir memang menjadi salah satu ancaman petani di musim penghujan ini. Sebelumnya pada bulan November tahun lalu, ratusan hektar sawah juga tergenang banjir. Akibatnya para petani bawang merah memilih segera memanen tanamannya. Karena jika dibiarkan tergenang air terlalu lama tanaman akan membusuk dan petani banyak merugi.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.