Selasa, 16 Jun 2026 20:39 WIB

Banjir di Ponorogo, 150 Warga Terisolir Butuh Bantuan Logistik

Warga Dukuh Mantup, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis dievakuasi oleh petugas. (Foto: Pemkab Ponorogo/jatimnow.com)
Warga Dukuh Mantup, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis dievakuasi oleh petugas. (Foto: Pemkab Ponorogo/jatimnow.com)

Ponorogo - Tidak hanya meliburkan sekolah dan menyebabkan kendaraan bermotor macet, banjir Ponorogo juga membuat warga terisolir, Senin (14/2/2022).

Sedikitnya 150 warga Dukuh Mantup, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo terisolir akibat banjir. Bahkan hingga saat ini warga masih membutuhkan bantuan logistik.

Baca Juga: Satgas Bencana PKS Jatim Bergerak, Relawan Terampil Dikirim ke Aceh

"Dapurnya terendam banjir setinggi 10 hingga 50 centimeter," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Jamus Kunto Purnomo, Senin (14/2/2022).

Menurutnya, banjir juga masuk ke dalam rumah. Ratusan warga menanti bantuan. "Itu satu dukuh terdampak, karena memang kemarin hujan deras hampir merata di seluruh Ponorogo," papar Jamus.

Saat ini, BPBD tengah berupaya mengevakuasi warga yang terdampak. Petugas pun fokus mengevakuasi Lansia, anak dan ibu hamil.

Baca Juga: Sukorejo Ponorogo Terendam Banjir, Sekolah Putuskan Libur

"Harus segera dievakuasi. Seperti ibu hamil, Lansia dan anak kami utamakan," jelas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR).

Baca Juga: 8 Tanggul di Ponorogo Jebol, Banjir Rendam Ratusan Hektare Sawah

Menurutnya, tim evakuasi bersama Tagana, Dinsos membawa logistik untuk warga yang terdampak.

Jamus pun berpesan agar seluruh masyarakat menjaga kebersihan sungai. Sebab, saat ini banjir yang terjadi karena sumbatan sampah.

"Warga harus waspada beberapa kali hujan turun terutama daerah banjir. Agen bencana harus bersiap," pungkas Jamus.

Baca Juga: Penyebab Ponorogo Dikepung Banjir, 18 Tanggul Jebol

Sebelumnya, Banjir akibat luapan air sungai kembali menerjang Kabupaten Ponorogo, Senin (14/2/2022). Siswa sekolah diliburkan karena gedung sekolah yang terendam banjir.

Puluhan warga di Desa Gegeran, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, juga tampak menuntun motor karena mogok saat melintasi ketinggian air yang hampir mencapai lutut orang dewasa.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.