Kamis, 18 Jun 2026 08:34 WIB

Akses Jalan Dihalangi Selokan Buatan Tetangga, 2 KK di Magetan Memutar 1 Km

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 13 Feb 2022 09:35 WIB
Akses jalan dua warga, Keluarga Partini dan Jumadi di Desa Sukowidi Kecamatan Kartoharjo ditutup selokan oleh tetangganya, Sungkono.
Akses jalan dua warga, Keluarga Partini dan Jumadi di Desa Sukowidi Kecamatan Kartoharjo ditutup selokan oleh tetangganya, Sungkono.

Magetan - Akses jalan dua rumah warga, keluarga Partini dan Jumadi di Desa Sukowidi Kecamatan Kartoharjo diterhalang selokan yang dibuat oleh tetangganya, Sungkono.

Akibatnya keluarga (KK) Partini dan Jumadi tidak bisa mengakses keluar menuju jalan utama desa secara langsung. Kedua keluarga kesulitan jika menggunakan kendaraan bermotor karena lebar selokannya 3 meter.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Pasrah, saya ini tidak bisa lewat ke sana. Lewat jalan yang biasanya untuk ke sawah," ujar Partini (48) warga Dusun Belud, Desa Sukowidi Kecamatan Kartoharjo, yang akses jalannya dibuat selokan, Minggu (13/2/2022).

Partini mengaku, keluarganya dan keluarga Jumadi hanya pasrah dan tidak mau ambil pusing dengan ulah Sungkono (60) yang membuat selokan melintang tengah jalan. Dirinya terpaksa membuat jalan memasang gorong-gorong di jalan menuju sawah yang sebelumnya hanya bambu.

"Kami berdua memasang sendiri. Biar bisa dilalui sepeda motor," tegasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung-Trenggalek Ditunda Hingga 29 Mei Mendatang

Menurutnya, akses jalan melalui jalan persawahan tersebut tersambung dengan jalan antar-RT yang menghubungkan jalan utama desa. Dengan melewati jalan persawahan tersebut, Partini memutar sejauh sekitar 1 Km untuk menuju jalan utama desa.

"Memutar sekitar 1 kilometer lewat akses jalan persawahan. Sebenarnya dekat kalau tidak ada selokan yang melintang karena hanya 300 meter saja," jelasnya.

Sementara itu Jumadi (50) yang juga mengalami penutupan akses jalan hanya pasrah dan tidak mau ambil pusing. "Itu lihat sendiri (jalan ditutup selokan)," papar Jumadi.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Sementara itu, Ketua RT setempat Sugito membenarkan soal adanya perselisihan warga hingga ada aksi penutupan akses jalan. "Betul itu warga saya sudah berapa hari lalu dan ini masih dilakukan mediasi oleh perangkat desa," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.