Jumat, 19 Jun 2026 09:10 WIB

Rusak Gegara Dilalui Truk, Warga Tutup Jalan Penghubung 2 Desa di Banyuwangi

Warga memasang tong agar truk pengangkut kayu tidak melintas di jalan desa. (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)
Warga memasang tong agar truk pengangkut kayu tidak melintas di jalan desa. (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)

Banyuwangi - Jalan penghubung antar Desa Kebondalem dan Desa Ringintelu disegel warga. Penutupan jalan dilakukan lantaran truk pengangkut kayu dan pasir kerap melintas hingga menyebabkan kerusakan.

Jalan yang ditutup merupakan akses langsung ke jalan raya. Kendaraan berat yang melintas, membuat jalan bergelombang dan berlubang hingga bertahun-tahun.

Baca Juga: Ratusan Desa dan Kelurahan di Tulungagung Kesulitan Bangun KDKMP, Ini Sebabnya

Sapalin (56), salah seorang warga mengatakan, jalan yang ditutup merupakan milik keluarganya yang dihibahkan untuk kepentingan bersama.

Tak jauh dari lokasi penutupan, lanjut Sapalin, terdapat kantor milik Perhutani Banyuwangi Selatan dan dulunya ada tempat penimbunan kayu (TPK) Ringintelu.

“Kita bersama warga lain menutup jalan itu, tapi tidak tutup total masih bisa dilewati motor,” ujarnya, Kamis (10/2/2022).

Terpisah, Kepala Desa Kebondalem, Iksan (55) menjelaskan, penutupan jalan sudah dilakukan warga setempat hampir sebulan lamanya.

Berbagai cara sudah dilakukan tokoh masyarakat sekitar, termasuk dengan memfasilitasi mediasi dengan Perhutani, namun juga tak membuahkan hasil.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung-Trenggalek Ditunda Hingga 29 Mei Mendatang

“Jalan itu ditutup warga sudah 1 bulan, alasan warga agar tidak lagi dilalui truk besar, baik truk pengangkut kayu maupun pengangkut pasir,” jelasnya.

“Sudah pernah mediasi, di Desa kami tapi sampai saat ini masih belum ada titik terang,” tambah Iksan.

Sementara itu, ADM Perhutani Banyuwangi Selatan Panca Putra Muda Sihite mengakui pihaknya pernah berdialog dengan warga, namun Perhutani keberatan lantaran warga menuntut jalanan dicor agar tak mudah rusak.

“Bagaimana saya harus setuju, mintanya warga jalan itu harus dicor seperti jalan tol. Ya nggak mungkin, harus berapa duit kita keluarkan,” jelasnya di kantor Perhutani Banyuwangi.

Baca Juga: Perbaikan Jembatan, Akses Jalan Nasional Tulungagung-Trenggalek Bakal Ditutup

"Mending jalan milik kami yang saya perbaiki, dari pertigaan itu ke timur milik Perhutani, tapi kita tidak semena-mena begitu. Ya masih kita pikirkan jalan keluarnya biar warga tidak tersinggung,” terangnya.

Panca menyebut, truk pengangkut kayu tak sering melintas di jalan penghubung desa yang ditutup warga.

"Truk pengangkut kayu kita, jika saya kalkulasi sehari melalui jalan itu hanya kurang lebih hanya 1 sampai 2 truk saja,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.