Kamis, 18 Jun 2026 03:29 WIB

4 Penculik Anak 16 Tahun Warga Kenjeran Diringkus Polisi di Madura

Ilustrasi
Ilustrasi

Surabaya - Empat pelaku penculikan anak laki-laki berusia 16 tahun asal Jalan Cumpat Kulon, Kenjeran, Surabaya berhasil ditangkap area persawahan di wilayah Madura. Penangkapan tersebut dilakukan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Petugas telah melakukan pengejaran selama seminggu pasca-laporan penculikan tersebut di Polsek Kenjeran.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Penangkapan empat pelaku penculikan itu diakui Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto. Dia mengatakan penangkapan itu pada Rabu (9/2/2022) dini hari di Bangkalan, Madura.

"Kami sudah mengamankan pelaku. Ada empat orang yang diamankan pada Rabu (9/2) dini hari dan saat ini sedang kami mintai keterangan di Mapolres," kata Anton. Kamis (10/2/2022).

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat mengamankan korban terlebih dulu.

Sementara itu, Kasatreskrim polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Giadi Nugraha mengungkapkan bahwa korban juga berhasil dievakuasi beberapa hari sebelum pihaknya berhasil menangkap pelaku.

"Beberapa hari sebelumnya korban sudah kita evakuasi saat itu dibantu oleh tokoh masyarakat di Kabupaten Bangkalan, Madura," jelas Giadi.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

Baca Juga: 

Namun, karena polisi mengutamakan keselamatan korban, mereka pun segera melaksanakan evakuasi. Mengingat korban menderita penyakit lupus dan autoimun yang mengharuskannya rutin minum obat.

"Kondisi korban saat kami jemput secara fisik sehat, cuma jalannya kurang bagus karena sempat ditendang para tersangka. Menurut keterangan orang tuanya, tulang korban sampai kapan pun tetap jadi tulang muda. Jadi mudah patah, sehingga segera kami evakuasi agar mendapat perawatan di Surabaya. Hari ini kami dapat kabar dari orang tuanya, kondisinya membaik," kata Giadi.

Baca Juga: Sarjana Pertanian Pulang Kampung, Garap Budidaya Pisang di Tambelangan

Selama pemulihan psikis dan fisik korban, polisi menyarankan korban dan keluarganya untuk tinggal di tempat yang jauh dari tempat penculikan.

"Permasalahan secara utuh belum bisa kami gambarkan, apakah orang-orang yang menculik ini orang suruhan atau yang secara langsung mengalami masalah. Kalau sudah kami amankan, kami kabari. Penyebabnya masalah pribadi, utang piutang," ujarnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.