Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Kasus Terkini DBD di Jombang Lebih Tinggi Dibanding Tahun Lalu

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran. (Foto: Elok for jatimnow.com)
Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran. (Foto: Elok for jatimnow.com)

Jombang - Kasus demam berdarah dengue (DBD) melonjak di Kabupaten Jombang. Hingga awal Februari 2022 tercatat ada 30 kasus yang terjadi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Haryo Purwono mengatakan, jumlah kasus DBD di Jombang mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun kemarin.

Baca Juga: Kasus Demam Berdarah di Tulungagung Menurun Awal Tahun Ini

"Bulan Januari tahun ini tercatat ada 30 kasus, sedangkan tahun lalu ada 10 kasus. Untuk catatan perbulannya meningkat ya dibandingkan tahun lalu," kata Haryo, Kamis (10/02/2022).

Ia menambahkan, jika tahun 2021 ada 10 kasus DBD dengan angka kematian 2 orang. Dan untuk tahun ini, ada 30 kasus di bulan Januari. Namun, untuk angka kematian, kosong.

"Untuk tiga bulan terakhir cenderung meningkat kasusnya. Mungkin musim penghujan, itu salah satunya ya,” paparnya.

Menurut Haryo, usia anak-anak rentan menjadi sasaran nyamuk aedes aegypti dan ini biasanya terjadi di area kecamatan yang penduduknya padat.

"Paling tinggi ada di Jombang ada 5 kasus, kemudian Perak 5, Kudu ada 4, Diwek ada 3, Jogoroto ada 2 dan Tembelang ada 2 kasus," jelasnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Sementara itu, Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran menjelaskan, seiring dengan perubahan cuaca, jumlah kunjungan pasien dengan kasus DBD di RSUD Jombang mengalami kenaikan.

"Bulan Januari kemarin total ada 55 pasien yang kita rawat dan dari 55 pasien ini tidak ada yang meninggal dunia. Pasien tersebut, mulai dari usia anak-anak hingga dewasa, ada semuanya," terang Pudji.

Sedangkan pada bulan Februari ini, Pudji menyebut ada 20 pasien kasus DBD. Rata-rata, setiap harinya ada kunjungan 2 pasien yang masuk ke RSUD Jombang.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

"Hari ini saja kita merawat 4 orang dewasa, 4 orang anak-anak dan 2 anak-anak di ICU Central," terangnya.

Pudji mengingatkan pada masyarakat, DBD masih cukup membahayakan dan diharapkan selalu waspada. Serta menjaga kebersihan lingkungan dengan PSN, 3M plus.

"Segera melakukan pencegahan DBD dengan PSN 3M plus, yakni menutup, mengubur dan menguras, serta mengoles anak-anak dengan anti oles nyamuk, supaya tidak digigit nyamuk saat mereka beraktivitas," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.