Rabu, 22 Jul 2026 13:21 WIB

Kasus Demam Berdarah di Tulungagung Menurun Awal Tahun Ini

  • Penulis : Bramanta
  • | Kamis, 28 Mei 2026 08:05 WIB
Ilustrasi demam berdarah. (Foto: Ilustrasi/jatimnow.com)
Ilustrasi demam berdarah. (Foto: Ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Angka kasus Demam Bedarah Dengue (DBD) di Tulungagung mengalami tren penurunan signifikan. Dibanding tahun lalu dengan periode yang sama, angka kasus cenderung terus turun. Faktor cuaca disebut sangat berpengaruh dalam penurunan kasus penyakit ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan di tahun 2026 ini kasus DBD di Tulungagung menunjukan tren penurunan. Pada awal tahun ini, mereka mencatat sebanyak 190 kasus DBD.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

"Kalau berdasarkan data kami, jika dibandingkan dengan tahun 2025 dalam periode yang sama, kasus DBD tahun 2026 cenderung alami tren penurunan," ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Pada tahun 2025 kasus DBD memang cukup tinggi. Pada periode Januari hingga Mei 2025 tercatat ada sebanyak 928 kasus suspek DBD. Dengan rincian bulan Januari tercatat ada 369 kasus, Februari 229 kasus, Maret 125 kasus, April 109 kasus serta Mei 96 kasus. Sedangkan pada periode yang sama dalam tahun 2026 kasus DBD mengalami penurunan. Apabila ditotal hanya ada 190 kasus DBD.

"Data kasus DBD pada bulan Januari ada 60 kasus, Februari ada 31 kasus, Maret ada 45 kasus, April ada 28 kasus dan Mei ada 26 kasus," jelasnya.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Dinkes Tulungagung juga tidak menemukan laporan pasien DBD meninggal dunia tahun ini. Pada tahun lalu terdapat 4 pasien DBD yang meninggal.

"Tahun 2025 ada sebanyak empat orang yang meninggal akibat DBD. Tahun 2026 kami tidak menemukan kasus kematian," ungkapnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Menurut Aris, penurunan kasus DBD di Tulungagung salah satunya disebabkan faktor cuaca. Pada musim hujan nyamuk lebih produktif melakukan kembang biak dibandingkan saat kemarau.

"Penyakit DBD ini unik, karena ada siklus tahunan. Tapi kenaikan kasus DBD dapat dipengaruhi oleh faktor cuaca," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.