Jumat, 19 Jun 2026 23:53 WIB

Pedagang Hi-Tech Mall Wadul ke DPRD Surabaya, Pemkot Didesak Beri Relaksasi

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Luthfiyah (Foto: dok jatimnow.com)
Ketua Komisi B DPRD Surabaya Luthfiyah (Foto: dok jatimnow.com)

Surabaya - Ketua Komisi B DPRD Surabaya Luthfiyah meminta Pemkot memberikan relaksasi kepada para pedagang Hi-Tech Mall Surabaya. Relaksasi itu berupa kelonggaran pembayaran sewa agar bisa dicicil.

Hal itu diungkapkan Luthfiyah usai menggelar rapat dengar pendapat bersama para pedagang di sana.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Semua tahu kan Pandemi ini berdagang tidak seperti biasanya, sepi. Mereka minta keringanan pembayaran sewa itu bisa dicicil," ujar Luthfiyah usai rapat, Senin (8/2/2022).

"Sebenarnya sudah diberi diskon itu 70 persen, tahun 2020 sampai 2022 ini. Dapat diskon 70 persen, jadi yang dibayar itu cuma 30 persen. Tapi selama empat tahun, ini berat," imbuhnya.

Selain itu, sepinya pengunjung juga menjadi salah satu hal yang menjadi penyebab sepinya mal. Beberapa pedagang juga mengeluhkan fasilitas mal yang kurang terawat sehingga membuat pengunjung malas untuk singgah di sana.

Sehingga, banyak dari karyawan yang memutuskan untuk berdagang hingga di luar mal untuk jemput bola.

"Mereka ini nanti jika sudah membayar, saya juga minta untuk pengelola mal ini harus memperbaiki fasilitas jadi untuk hak dan kewajiban ini seimbang. Jika fasilitasnya enak 'kan pengunjung akan senang datang kesana. Kalau laris pembayaran sewa 'kan juga lancar," kata politisi dari Gerindra itu.

Pihaknya menilai pengelolaan Hi-Tech Mall ini terkesan setengah-setengah. Dari hasil pernyataan pedagang, lanjut Luthfiyah, perawatan hingga peremajaan gedung hampir tidak dilakukan.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Beberapa fasilitas seperti lift, eskalator, hingga lampu penerangan terlihat usang. Sehingga penampakan mall nampak suram.

Luthfiyah menyarankan agar pengelolaan Hi-Tech Mall kembali diberikan kepada pihak ketiga (disewakan).

"Jika pemerintah kota tidak bisa memberikan pelayanan dengan baik, atau merasa repot dalam mengelola ini ya sudah berikan kepada pihak ketiga yang benar-benar bagus," tegasnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu jawaban dari Pemkot Surabaya, mengingat saat rapat Pemkot belum memberikan pernyataan untuk mengabulkan keluhan dari para pedagang.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

"Saya minta sebelum tanggal 20 karena tanggal 20 itu tanggalnya bayar listrik, dan kalau bisa minggu ini (diputuskan)," tandasnya.

"Yang paling penting ini mereka nggak sampai tidak diberikan keringanan (relaksasi), bank saja ngasih masak Pemerintah Kota nggak ngasih, ini agar mal-mal atau pasar-pasar di Surabaya ini tidak mangkrak gitu saja," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.