Senin, 22 Jun 2026 16:31 WIB

Kapok! Gelapkan Minyak Goreng di Surabaya, 3 Orang Ini Terancam Penjara 5 Tahun

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 08 Feb 2022 07:58 WIB
Tiga orang pelaku penggelapan minyak goreng saat diamankan di Polsek Asemrowo Surabaya. (Foto: Polsek Asemrowo/jatimnow.com)
Tiga orang pelaku penggelapan minyak goreng saat diamankan di Polsek Asemrowo Surabaya. (Foto: Polsek Asemrowo/jatimnow.com)

Surabaya - Tiga orang diamankan Unit Reskrim Polsek Asemrowo, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya setelah terbukti menggelapkan 150 dus minyak goreng. Ulah yang meresahkan ini pun membuat ketiganya harus meringkuk di sel tahanan.

Tiga orang tersangka itu di antaranya adalah Joko Utomo (38) warga Jalan Lettu Suwolo, Bojonegoro, Oktavianus Kristian (30) warga Jalan Kalianak Timur, Surabaya, dan Harlex (37) warga Jalan Kalibutuh Timur, Surabaya.

Baca Juga: Pelarian Bo Feng Mei Berakhir di Surabaya Setelah 14 Tahun

Kapolsek Asemrowo, Kompol Hari Kurniawan menyebut, ketiga tersangka itu merupakan sopir dan kernet truk. Mereka menggelapkan minyak goreng yang dikirim dari perusahaan di Gresik menuju Surabaya.

"Mereka ini sudah merencanakan penggelapan tersebut. Padahal kita tahu, sekarang minyak goreng terbilang langka. Minyak goreng yang digelapkan ada sebanyak 150 dus. Ukurannya 1 dan 5 literan," sebut Hari, Selasa (8/2/2022).

Dia menjelaskan, penggelapan tersebut bermula ketika salah satu tersangka yaitu Harlex menghubungi tersangka Joko. Harlex meminta untuk dicarikan konsumen yang mau membeli minyak goreng. Hingga didapat pembeli yakni IM.

Setelah itu, Harlex meminta tersangka Oktavianus untuk mengantarkan 150 dus minyak goreng dengan ukuran 1 dan 5 liter ke bawah tol Jalan Margomulyo, Surabaya menggunakan truk.

Baca Juga: Dugaan Kriminalisasi Pedagang Sidoarjo, Ranah Perdata Dipaksa Jadi Pidana?

Sampainya di lokasi, Oktavianus akhirnya bertemu dengan seseorang. Ia langsung dipandu menuju ke pembeli minyak goreng yang jumlahnya sekitar 1800 botol itu.

"Tersangka saat itu mengarahkan kendaraan di bawah tol Jalan Margomulyo, dan ada orang yang menemui. Kemudian ada orang lagi yang memandu pelaku ke daerah Jalan Dumar Industri. Dikirim 150 dus. Masing-masing dus berisi 12 minyak goreng untuk dijual pelaku ke pembelinya," jelasnya.

Polisi yang sudah mengendus aksi tersebut, langsung melakukan pengangkapan. Namun, saat tiba dilokasi, transaksi minyak goreng itu telah selesei. Polisi pun hanya dapat mengamankan tiga orang tersangka.

Baca Juga: Gelapkan Uang Milik Koperasi, Pria di Tulungagung Ditangkap Polisi

"Kami hanya amankan tiga orang tersangka. Pengakuannya baru sekali ini. Namun masih akan kami kembangkan dan dalami lagi untuk mengungkap jaringannya," tandas Hari.

Atas ulahnya, penyidik menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 363 Ayat (1) atau 374 subs 372 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan atau penggelapan, yang ancam hukumannya 5 tahun penjara.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.