Kamis, 18 Jun 2026 15:35 WIB

Pelajar SD di Sidoarjo Disebut Meninggal Usai Vaksin, Dokter Bilang Akibat DBD

Ayah dan ibu RF, pelajar SD di Sidoarjo yang meninggal (Foto: Jack for jatimnow.com)
Ayah dan ibu RF, pelajar SD di Sidoarjo yang meninggal (Foto: Jack for jatimnow.com)

Sidoarjo - Seorang pelajar sekolah dasar (SD) disebut meninggal dunia setelah menjalani vaksinasi di salah satu puskesmas di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Pelajar itu berinisial R (8) warga Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Anak kedua dari pasangan Wanto dan Miasih ini duduk di kelas 2 di salah satu SDN di Kecamatan Tanggulangin.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

Ayah korban, Wanto mengatakan, anaknya seharusnya menjalani vaksin di sekolah. Namun karena saat itu putrinya sakit dan tidak masuk sekolah, maka vaksinasi ditunda.

"Mungkin karena kecapekan itu anak saya tidak masuk sekolah. Saat masuk sekolah, pihak sekolah meminta anak saya untuk vaksin di puskesmas karena vaksinasi di sekolah sudah dilaksanakan. Setelah vaksin, tiga atau empat hari ada gejala," tutur Wanto kepada wartawan di rumahnya, Senin (7/2/2022).

Wanto menambahkan, anaknya menjalani vaksinasi pada Selasa (1/2/2022) di salah satu puskesmas di Kecamatan Tanggulangin.

"Namanya anak kalau tidak divaksin tidak boleh masuk sekolah itu susah. Yang pasti dari sekolah kalau tidak divaksin tidak boleh masuk sekolah. Setengah tuntunan ya kan gitu," tambah dia.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Seharusnya, lanjut Wanto, pihak yang memvaksin diperiksa lebih detail saat akan melakukan vaksinasi.

"Tinggal yang memvaksin ya diseleksi atau bagaimana. Saat di puskesmas itu campur (orang tua) waktu vaksin. Kemarin parahnya. Kalau dari diagnosa itu karena DBD," jelas Wanto.

Masih kata Wanto, anaknya meninggal dini hari sekitar pukul 04.00 WIB setelah menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo mulai pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: Kasus Suspek Campak di Tulungagung, Dinas Kesehatan Gelar ORI

"Sehari dirawat di rumah sakit umum sini," ujarnya.

Sementara Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan menjelaskan bahwa pasien atas nama RF menjalani perawatan mulai Minggu malam. Almarhum didiagnosa Dengue Shock Syndrome (DSS) komplikasi infeksi demam berdarah dengue (DBD) yang memiliki tingkat kematian tinggi.

"Almarhum datang dengan kondisi Dengue Shock Syndrome (DSS) tidak ada hubungannya dengan vaksin," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.