Minggu, 14 Jun 2026 03:21 WIB

Kasus Suspek Campak di Tulungagung, Dinas Kesehatan Gelar ORI

  • Penulis : Bramanta
  • | Kamis, 02 Apr 2026 09:08 WIB
Balita di Tulungagung saat terima vaksin campak. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Balita di Tulungagung saat terima vaksin campak. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Kegiatan ini merupakan bentuk respon atas temuan kasus campak yang terjadi saat ini. Jumlah suspek kasus campak di desa tersebut merupakan tertinggi dibanding daerah lain. Hingga saat ini tercatat total 44 temuan suspek campak di Tulungagung. Dari jumlah tersebut salah satunya dinyatakan positif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan mengatakan ORI merupakan upaya pemberian imunisasi kepada seluruh balita tanpa memandang status imunisasi yang didapatkan sebelumnya. Sedangkan imunisasi kejar adalah pemberian imunisasi kepada balita yang belum mendapat imunisasi campak.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Kalau rekomendasi dari WHO sebenarnya untuk Tulungagung cukup kejar imunisasi campak saja, dengan melihat status imunisasi sebelumnya. Tapi khusus di Ringinpitu, kita lakukan ORI dengan sasaran 350 balita tanpa melihat status imunisasi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Aris mengungkapkan, desa Ringinpitu dipilih karena jumlah temuan kasus suspek yang relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Hingga bulan maret ini total terdapat temuan 44 kasus suspek campak di Tulungagung. Satu diantaranya dinyatakan positif. Pasien positif campak ini kondisinya kini telah membaik dan sudah sembuh.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Update bulan Maret ada 44 suspek. Untuk yang positif hanya satu dan itu sudah sembuh. Kita temukan yang positif itu pada awal tahun. Saat ini semuanya masih dalam kategori suspek,” tuturnya.

Jumlah temuan kasus suspek campak pada tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. Pada tahun lalu dengan periode yang sama tercatat sekitar 20 kasus suspek dengan satu kasus positif campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus, namun dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi. Program imunisasi ini ditargetkan rampung hingga akhir April 2026. Dinkes berharap langkah tersebut mampu menekan potensi penyebaran campak lebih luas.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

“Upaya yang kita lakukan adalah imunisasi kejar, agar bisa memproteksi balita dan memperkuat kekebalan kelompok di lingkungan mereka,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.