Selasa, 16 Jun 2026 16:10 WIB

Festival Imlek Banyuwangi, Bupati Ipuk: Simbol Merajut Harmoni

  • Penulis :
  • | Senin, 07 Feb 2022 10:35 WIB
Festival Imlek 2022 menyuguhkan beragam atraksi menarik, yang memadukan budaya Tionghoa dengam kesenian lokal Banyuwangi.  (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Festival Imlek 2022 menyuguhkan beragam atraksi menarik, yang memadukan budaya Tionghoa dengam kesenian lokal Banyuwangi. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi - Perayaan Tahun Baru Imlek 2573 di Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah dan penuh keakraban. Bertempat di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio, Sabtu-Minggu (5-6/2/2022), ajang yang dikemas dalam Festival Imlek itu tak hanya diikuti warga Tionghoa, tapi juga banyak dihadiri lintas etnis maupun agama.

Menurut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Festival Imlek ini, menjadi bagian dari upaya untuk merajut harmoni. Kehadiran warga dari beragam etnis yang menikmati kemeriahan dan keindahan Kelenteng Hoo Tong Bio yang telah dihias cantik dengan ratusan lampion dan ornamen bernuansa merah menjadi penanda persatuan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Festival Imlek adalah simbol persatuan bagi rakyat Banyuwangi. Tidak hanya persatuan dengan kehadiran kita, tapi juga kesatuan dalam kebudayaan kita," ungkap Ipuk.

Ipuk berharap, ajang ini dapat menumbuhsuburkan toleransi antar beragama. "Keharmonisan dalam masyarakat menjadi modal utama membangun Banyuwangi yang lebih baik," kata Ipuk.

Festival Imlek 2022 menyuguhkan beragam atraksi menarik, yang memadukan budaya Tionghoa dengam kesenian lokal Banyuwangi. Seperti tari barongsai, tari kipas, hingga penampilan lagu-lagu bahasa Osing (suku asli Banyuwangi). Begitu juga tetabuhannya. Seperangkat gamelan beradu suara dengan tetabuhan khas negeri tirai bambu itu. Semakin menambah semarak suasana.

Dalam ajang ini, juga disediakan bazaar jajanan dan kuliner khas Tionghoa. Seperti nasi ayam hainan, bebek dan ayam Peking, bakcang, burger Shanghai, bakpao, dimsum, kwetiau, dan masih banyak lainnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Dengan demikian, selain budayanya, masyarakat juga bisa mengenal kuliner khas Tionghoa yang beragam. Ini juga bagian dari cara untuk mengukuhkan ikatan persaudaraan," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ipuk pun tak lupa menyampaikan apresiasinya kepada komunitas Tionghoa yang telah berpartisipasi aktif dalam pembangunan Banyuwangi.

"Meski warga Tionghoa di Banyuwangi tidak sampai lima persen, namun animo masyarakat yang hadir telah menegaskan kerukunan dan toleransi yang tinggi yang telah dibangun oleh seluruh warga dan etnis di Banyuwangi," kata Ipuk.

Baca Juga: Pastikan Perayaan Imlek Kondusif, Kapolres Gresik Tinjau Klenteng Kim Hin Kiong

Festival ini mendapat apresiasi positif dari para pengunjung. Salah satunya, Hidetoshi Tamaoka. "Saya terkesan dengan orang Banyuwangi yang sangat menghargai keberagaman. Kesenian yang ditampilkan di sini juga menarik karena memadukan antar budaya," kata Hidetoshi Tamaoka, ketua tim studi dari pemerintah Jepang yang sengaja datang ke Banyuwangi terkait dukungan pengembangan program Smart kampung.

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori, Kapolresta Banyuwangi Kombes Nasrun Pasaribu, dan Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Kav Eko Julianto Ramadan. Hadir pula Ketua MUI Banyuwangi, KH. M Yamin.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.