Kamis, 11 Jun 2026 22:27 WIB

DPRD Surabaya Desak Pemkot Segera Fogging Wilayah Rawan DBD

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati. (dok jatimnow.com)
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati. (dok jatimnow.com)

Surabaya - Warga Surabaya mulai terserang penyakit Demam Berdarah Dounge (DBD). Wakil Ketua Komisi D (bidang pendidikan dan kesehatan) DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati meminta agar Pemkot segera melakukan pengasapan (fogging) ke beberapa wilayah di Kota Pahlawan.

Ajeng mengaku beberapa waktu lalu dirinya disambati warga tentang usulan fogging, namun hampir satu bulan belum juga terealisasi.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat, total pasien DBD di rumah sakit mulai menginjak angka ratusan pasien dan terus menunjukan tren penambahan setiap hari.

"Pemkot sudah melakukan pemetaan, saya minta wilayah-wilayah yang terdata rawan penularan DBD itu segera dilakukan fogging. Juga warga-warga yang mengusulkan itu segera difasilitasi. Jangan menunggu ada kasus tinggi sekali dulu," ujar Ajeng kepada jatimnow.com, Jumat (28/1/2022).

Dinkes mencatat saat ini, RS Soewandhi telah merawat sebanyak 46 pasien, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) ada sebanyak 22 pasien, dan 31 pasien lainnya yang melakukan rawat jalan di beberapa kecamatan di Surabaya.

"Terlepas penting atau tidaknya fogging ini, minimal ada upaya pencegahan. Pemkot sudah memiliki anggaran besar, sebaiknya preventifnya juga ditingkatkan," katanya.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Surabaya itu juga meminta adanya sosialisasi dan edukasi lagi tentang pencegahan DBD ke setiap warga. Seperti halnya digitalisasi informasi, dalam bentuk video pencegahan dan penanganan DBD.

"Satgas kesehatan diterjunkan. Untuk edukasi cepat tidak perlu turun langsung kalau takut berkerumun dengan warga. Bisa secara online, sekarang semua sudah serba digital," katanya.

Ajeng menyebut, sejatinya Pemkot Surabaya telah memiliki program penanganan DBD. Bahkan telah dikakukan kajian secara ilmiah jika tahun ini Surabaya terancam kasus DBD yang tinggi.

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

"Kajian secara ilmiah sudah disampaikan Dinkes, telah diketahui kenaikan DBD ditengarai siklus 3 tahunan. Sehingga petugas yang dilapangan ini jangan hanya menerima laporan saja, ada keluhan kasus, ada permintaan warga langsung ditangani, jangan menunggu ada banyak kasus," jelasnya.

Lebih lanjut kepada seluruh warga Surabaya, dirinya mengajak kepada warga untuk lebih menjaga kebersihan dan taat terhadap 3 M. "Tindakan 3 M seperti, menguras, menutup, dan mengubur ini mari kembali digalakkan di lingkungan masyarakat,” tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.