Kamis, 18 Jun 2026 12:38 WIB

Mahasiswa Ubaya Tewas saat Mendaki Gunung Penanggungan Trawas Mojokerto

Korban Erfando Ilham Nainggolan saat dievakuasi. (Kasat Reskrim Polres Mojokerto for jatimnow.com)
Korban Erfando Ilham Nainggolan saat dievakuasi. (Kasat Reskrim Polres Mojokerto for jatimnow.com)

Mojokerto - Seorang pendaki Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia saat mendaki lewat jalur Tamiajeng, Sabtu (22/1/2022) malam.

Pendaki itu diketahui bernama Erfando Ilham Nainggolan (20) asal Bulak Banteng, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Korban bersama 11 temannya yang tergabung dalam Pecinta Alam Ubaya (Mapaus) Adventure Training, Universitas Surabaya (Ubaya) mendaki sejak Kamis (20/1/2022).

Panitia pendakian, Jefri mengatakan, rombongan akan turun ke pos 4 sekitar pukul 23.00 WIB, di tengah perjalanan korban terpeleset dan tak sadarkan diri.

"Korban tidak sadar, entah karena terbentur sesuatu atau apa. Selanjutnya korban dibopong oleh teman-teman," kata Jefri, Minggu (23/1/2022).

Beberapa panitia lalu meminta bantuan kepada petugas penjaga jalur pendakian Gunung Penanggungan karena jalan yang ditempuh terjal.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Ketika petugas penjaga jalur pendakian datang, korban diketahui sudah tidak bernyawa. Kemudian korban dievakuasi ke Puskesmas Trawas lalu dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.

Sementara itu, Humas Ubaya Hayuning Purnama Dewi menjelaskan, jika korban merupakan salah satu mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya). Ia menyampaikan duka yang mendalam.

"Kami menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu Mahasiswa Ubaya atas nama Erfando Ilham Nainggolan. Korban akan diberangkat ke rumah duka. Demikian yang dapat kami sampaikan sementara," jelasnya.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, korban sempat terjatuh sebanyak 3 kali sat akan turun.

"Korban meninggal sempat mengalami terpeleset dan jatuh sebanyak tiga kali. Pertama terpeleset terbentur batu dan luka lecet di jari dan tangan sebelah kiri. Kedua terkena kayu dan mengalami goresan di perut sebelah kiri dan ketiga kalinya korban sudah mengalami kondisi kurang sadar. Korban saat ini berada di rumah sakit Soekandar," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.