Minggu, 21 Jun 2026 06:22 WIB

Banjir di Jombang Meluas, Ratusan Rumah Terendam

Warga di Jombang saat beraktivitas di tengah banjir (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Warga di Jombang saat beraktivitas di tengah banjir (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Banjir di Kabupaten Jombang meluas hingga merendam beberapa desa di empat kecamatan, Sabtu (22/1/2022). Akibatnya, 211 rumah milik warga terendam air.

Tak hanya rumah warga, beberapa hektar sawah dan fasilitas umum di empat kecamatan itu juga terendam banjir.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevie Maria menyebut bahwa masih ada 5 desa di 4 kecamatan yang terdampak.

Di Kecamatan Sumobito, ketinggian air banjir mencapai 20-30 sentimeter, yaitu di Dusun Balongsono, Desa Talunkidul. Dalam desa ini ada 139 rumah warga dan 29 hektare sawah yang terdampak.

Kemudian di Dusun Gebangsari, Desa Trawasan, ada 11 rumah dan 52 hektare sawah yang terdampak banjir dengan ketinggian air antara 15 sampai 30 sentimeter.

Lalu di Kecamatan Tembelang, banjir masih meremdam Dusun Kedonglempok, Desa Pesantren setinggi 10-30 sentimeter. Sebanyak 50 rumah warga dan 19 hektare sawah terdampak.

Juga di Kecamatan Peterongan, banjir masih merendam 6 rumah dan 61 hektare sawah dengan ketinggian air antara 5 hingga 20 sentimeter di Dusun Ngudi, Desa Tugusumberejo.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Banjir juga merendam Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben dengan ketinggian air 5-10 sentimeter. Sedikitnya 5 rumah warga terdampak.

Maria mengatakan, debit air pada dua sungai besar yang melintas 5 desa tersebut saat ini masih cukup tinggi, yaitu Sungai Avur Ngotok Ringkanal dan Sungai Gunting.

"Ada beberapa penyebab banjir belum surut. Penyebabnya sungai masih tinggi, ada juga saluran yang pembuangannya agak ribet. Ada beberapa titik air berangsur surut," ungkap Stevie.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Salah satu warga RT 02 RW 01 Desa Trawasan, Ahmad Syamsudin (35) menjelaskan, banjir selutut orang dewasa itu mengganggu aktivitas warga.

"Tidak bisa keluar. Mau ke apotek saja tidak bisa, motor mogok kena banjir," pungkasnya.

Sebelumnya, banjir juga merendam 700 rumah warga di Desa Kademangan pada Kamis-Jumat pagi. Akibatnya, 39 orang harus diungungsikan ke kantor desa setempat dan sisanya mengungsi ke rumah keluarganya yang tidak terdampak.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.