Kamis, 18 Jun 2026 01:02 WIB

Mahasiswa Teknik Elektro UK Petra Ciptakan Aplikasi Urban Farming Berbasis IoT

Yeka dan Greg menjelaskan cara kerja aplikasi kepada kelompok tani wanita serpis (Humas UK Petra/jatimnow.com)
Yeka dan Greg menjelaskan cara kerja aplikasi kepada kelompok tani wanita serpis (Humas UK Petra/jatimnow.com)

Surabaya - Sih Kawuryan Yulianes Kufa dan Gregorio Diovani Wahanie, dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro UK Petra membuat pengembangan Teknologi Urban Farming berbasis Internet of Things (IoT) di Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Wanita Serpis, di Jalan Jemursari, Wonocolo, Surabaya. Kamis (20/1/202).

Dosen Pembimbing lapangan UK Petra, Dr. Ing. Indar Sugiarto, menjelaskan kegiatan ini merupakan implementasi dari LEAP (Leadership Enhancement Program) yang merupakan aplikasi dari MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di kampus UK Petra.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Gagas Inovasi Plester Pendeteksi Kanker Hati

"Jadi para mahasiswa ini membuat membuat proyek sistem penyiraman tanaman secara otomatis, pengkabutan ruang greenhouse serta pendeteksi kadar air pada bak hidroponik bertenaga surya yang dapat dimonitor dan dikontrol secara jarak jauh. Jadi bisa di kontrol menggunakan gadget android," ujar Dr Ing Indar Sugiarto.

Para mahasiswa UK Petra mengerjakan proyek ini selama lima bulan. Terhitung sejak bulan Agustus-Desember 2021.

Kebun bernama "SERPIS Kebun Kita" itu memiliki luas sekitar 27 x 10 meter yang di dalamnya terdapat media bercocok tanam organik seluas 6 x 4 meter dengan dua bangunan greenhouse untuk media tanam hidroponik dengan masing-masing luasannya 5,6 x 8 meter dan 4 x 8 meter.

"Berbekal bantuan dana dari kampus sejumlah Rp10 juta, para mahasiswa kemudian melakukan berbagai uji coba. Mereka juga melakukan survei terlebih dahulu sehingga karya yang mereka sesuai dengan kebutuhan," ungkapnya.

Baca Juga: BRI Salurkan Bibit di Surabaya, Dorong Urban Farming Warga

Sementara, Sih Kawuryan Yulianes Kufa merinci totalnya membuat lima rancang bangun sistem dan website. Diantaranya, satu Sistem PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), satu Sistem Penyiraman Tanaman Media Tanah Automatis, Sistem Pengkabutan serta Pendeteksi Kadar Air pada Bak Hidroponik untuk dua Ruang Greenhouse dan sebuah Aplikasi SERPIS berbasis Android sebagai dashboard kontrol dan monitor sistem.

"Kelompok kami menemukan masalah utamanya terletak pada kesulitan mengukur suhu yang tepat dalam ruang greenhouse agar tanaman Hidroponik itu tidak cepat rusak serta lokasinya yang jauh dari rumah," urai Yeka.

Yeka dan Gregorio memanfaatkan dua unit panel tenaga surya yang sudah ada, dengan pemrogaman maka penyemprotan dan pengukuran kelembapan tanah bisa dijalankan secara otomatis.

Baca Juga: Nogogeni VIII dan X Evo, Mobil Baru ITS Siap Berlaga di KMHE 2025

"Sehingga jika alat mendeteksi tanah kering maka secara otomatis air akan keluar dan menyirami tanaman hidroponik itu. Dan semuanya itu bisa di kontrol melalui aplikasi yang dinamai SERPIS dengan menggunakan bahasa pemrogaman Java," tambah Gregorio

Penamaan aplikasi memang sengaja dibuat sesuai dengan nama asli komunitas ini yaitu SERPIS, yang merupakan sebuah dashboard bagi pengurus komunitas untuk melakukan monitoring dan kontrol sistem penyiraman Automatis serta sistem pengkabutan.

Tak hanya itu saja, website yang telah dibuat oleh Yeka dan tim ini berencana akan dijadikan e-commerce (market place) supaya produk-produk dari KRPL SERPIS bisa dijual secara online.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.