Senin, 15 Jun 2026 22:23 WIB

Nasabah di Pasuruan Pukul Juru Tagih Pakai Palu hingga Tersungkur

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 20 Jan 2022 08:34 WIB
Korban saat mendapat perawatan medis di RSUD Bangil. (Foto: Polsek Sukorejo/jatimnow.com)
Korban saat mendapat perawatan medis di RSUD Bangil. (Foto: Polsek Sukorejo/jatimnow.com)

Pasuruan - Yudianto (28), seorang karyawan 'bank titil' mengalami luka parah usai dihajar pasangan suami istri saat menagih utang di sebuah rumah kontrakan di Dusun Genengan, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Kini, pasutri bernama Didik Wahyono (54) dan Kholifah Wisan (54), warga Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, yang dua bulan ngontrak di rumah tersebut, jadi buronan polisi.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Jadi pasutri yang buron ini menganiaya korban saat menagih hutang ke rumahnya, hingga mengalami luka parah pada Selasa (18/1/2022) kemarin. Saat ini korban masih dirawat di RSUD Bagil," jelas Kapolsek Sukorejo, Polres Pasuruan, AKP Sukiyanto, Kamis (20/1/2021).

Dari hasil pemeriksaan keterangan yang dilakukan polisi di TKP, diterangkan jika korban yang merupakan warga Kabupaten Situbondo ini bertugas menagih cicilan hutang sebesar Rp 65.000, dibayar seminggu sekali. Total uang yang terhutang sebesar Rp 500.000.

Tidak ada suasana canggung sebelum pemukulan terjadi pada pukul 14.15 WIB itu. Korban dan pelaku Didik Wahyono pun sempat mengobrol santai sambil meminum teh buatan pelaku Kholifah Wisan.

"Saat korban akan minum teh, Kholifah Wisan tiba-tiba memukul korban dari belakang dengan palu kecil hingga korban terjatuh," lanjutnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Di sisi lain, pelaku Didik Wahono juga langsung menghajar korban yang sudah tersungkur berlumuran darah hingga bertambah babak belur.

Korban yang merasa nyawanya terancam pun langsung berteriak minta tolong dan berlari keluar dari rumah kontrakan pelaku.

Akibat parahnya luka, korban pun tidak sanggup berdiri dan kemudian tergeletak di pinggir jalan.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

Beberapa menit setelahnya, warga yang mengetahui korban tergeletak di pinggir jalan langsung mengevakuasi ke Puskesmas Sukorejo.

"Setelah melakukan pemukulan, kedua pelaku beserta anaknya yang berusia sekitar 1 tahun keluar rumah dari pintu belakang," pungkasnya.

Dari perkara ini polisi mengamankan barang bukti palu yang digunakan memukul kepala korban, sebilah kayu panjagnya 40 sentimeter, pipa besi ukuran 1/2 dim dan selembar kertas nota tagihan.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.