Sabtu, 20 Jun 2026 19:39 WIB

Tolong! Bayi Penderita Hidrosefalus di Jombang Butuh Bantuan

Arshaka Putra Fidianto, penderita hidrosefalus asal Jombang bersama ayah dan ibunya (Foto: Elok/jatimnow.com)
Arshaka Putra Fidianto, penderita hidrosefalus asal Jombang bersama ayah dan ibunya (Foto: Elok/jatimnow.com)

Jombang - Seorang bayi berumur 7 bulan dengan nama Arshaka Putra Fidianto, menderita hidrosefalus. Bayi asal Dusun Murangagung, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang itu membutuhkan bantuan.

Putera pertama dari pasangan Suhari Sujanto (32) dan Uun Sulistiowati (25) tersebut sudah lima kali operasi di RSUD Jombang dan saat ini kondisi kepala bayi itu mengecil.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Sejak di dalam kandungan diperkirakan hidrosefalus. Dan lahir beneran hidrosefalus. Sudah lima kali operasi, saat ini mulai membaik hidrosefalus-nya mengecil," ungkap Uun saat ditemui di rumahnya, Rabu (18/9/1/2022).

Saat ini bayi tersebut masih menjalani pengecekan rutin ke RSUD Jombang untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.

"Ini masih tunggu usia satu tahun dan bobot badannya 10 kilogram baru ada penanganan. Untuk biaya operasi dan kontrol masih gratis," jelas Uun sambil mengusap air mata.

Sementara sang ayah, Suhari Sujanto menjelaskan, dirinya saat ini bisa menghidupi keluarganya dari menjual sayuran keliling.

"Penghasilan saya tidak tetap dengan jualan sayur. Untuk perawatan jalan ya gali lubang tutup lubang. Ya tidak cukup," ungkap Suhari.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Suhari menjelaskan, hasil dari jualan sayur keliling mulai Ngoro, Bareng sampai Mojowarno hanya Rp 70 ribu. Katanya, pendapatan itu tidak cukup untuk membeli susu khusus untuk anaknya. Sebab satu kaleng susu seharga Rp 235 ribu.

"Susu anak saya itu 400 gram harganya Rp 235 ribu. Itu untuk satu bulan membutuhkan lima kaleng susu," bebernya.

Untuk mencukupi biaya pemembelian susu dan kehidupan sehari-hari, Suhari sudah menjual ternak kambingnya empat ekor.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Awalnya ada tujuh kambing, sudah saya jual empat ekor untuk beli susu," tambah dia.

Dirinya dan keluarga masih bersyukur karena ada orang sekitar dan juga pihak kepolisian yang membantunya untuk perawatan anak.

"Alhamdulillah masih banyak orang yang peduli sesama. Bantuan dari Kapolres Jombang dan satlantas ini kami gunakan untuk kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.