Kamis, 18 Jun 2026 09:20 WIB

214 Bencana Terjadi di Ponorogo Sepanjang 2021, Longsor dan Banjir Mendominasi

Salah satu bencana longsor di Ponorogo pada Tahun 2021 (Foto: BPBD Ponorogo)
Salah satu bencana longsor di Ponorogo pada Tahun 2021 (Foto: BPBD Ponorogo)

Ponorogo - 214 bencana tercatat terjadi di Ponorogo selama Tahun 2021. Data itu sesuai catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Kebanyakan memang didominasi longsor atau banjir luapan sungai. Selanjutnya ada angin puting beliung," ujar Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Jamus Purnomo, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia menerangkan, dari 214 bencana itu rata-rata diakibatkan curah hujan tinggi, kemudian vegetasi yang berkurang banyak.

"Ketika hujan deras menjadi run off, artinya semua dialirkan ke sungai sehingga tidak muat," terang Jamus.

Di sisi lain, ketika terjadi debit air yang sangat tinggi, potensi mengikis tanggul juga menjadi lebih tinggi. Sehingga banyak menyebabkan tanggul jebol, plengsengan ambrol hingga jembatan rusak.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Memang di wilayah Ponorogo ada beberapa kecamatan, seperti Ngrayun, Sawoo, Sooko, Ngebel, Pulung, Slahung yang merupakan wilayah rawan longsor," tambahnya.

Menurutnya, beberapa lokasi secara tipikal memang sudah menjadi langganan angin kencang, puting beliung. Yaitu daerah yang berada di arah barat seperti Kecamatan Sampung, Sukorejo, Babadan dan Jenangan.

"Kita antisipasi terkait kesiapsiagaan, teman-teman. Dibantu dengan komunikasi penduduk, menginformasikan saat keadaan cuaca," jelasnya.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

Jamus menyebut bahwa jika dihitung secara material, kerugian yang timbul akibat 214 bencana itu adalah Rp 2,4 miliar.

"Secara penganggaran tidak ada. Tetapi logistik kita bisa bantu. Terkait tanah yang longsor dan menimpa rumah, kita membantu semen, genteng, pasir, tapi tidak banyak karena kebutuhannya tidak banyak," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.